Inilah Video Kapal Timah Dihantam Ombak 4 Meter Yang Bikin Netizen Ketakutan

Karimun, beritakarimun.com – Beredarnya video kapal milik timah yang dihantam ombak hingga masuk ke lantai kapal menjadi pembicaraan hangat di sosial media dari Facebook,twitter,path hingga di Whatsapp.

Video yang berdurasi 01:51 menit tersebut kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan netizen yang di Kabupaten Karimun.

Tidak sedikit netizen di Karimun mengatakan ketakutan untuk melakukan bepergian mengunakan transportasi laut.

Bukan hanya para netizen yang ketakutan akibat Cuaca buruk serta tingginya gelombang hingga mencapai 4 meter tersebut, Kabag Humas PT Timah (Persero) TBK Wilayah Kerja Kepri Riau Alfriano Putra juga merasakan hal yang sama.

“Iya,cuaca buruk, tapi kita belum mengetahui jelas itu Kapal Timah atau Mitra, memang pasti terkena dampak karena cuaca di Kepri saat ini, kita aja yang tinggal di Karimun mau berangkat dan mau pulang kerja ke PT Timah yang ada di Selat Beliah Kundur seperti mau menangis karena ombaknya begitu ekstrem,” ungkap Rio.

Sementara itu, Menurut pantauan Observer Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, Pande Parwata, menjelaskan prakiraan cuaca untuk di daerah Karimun.

“Prakiraan cuaca untuk 3 hari kedepan untuk daerah Karimun dan sekitarnya masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada malam dan dini hari. Angin bertiup dari arah barat dan utara dengan kecepatan 30 km/jam, kelembaban udara 70 sd 95% suhu berkisar dari 24 – 31 derajat Celsius. Ketinggalan gelombang di sekitar perairan Karimun batam 0.2 sd 1 meter, Perairan natuna dan anambas mencapai 0.5 sd 2.5 meter. Kondisi ini disebabkan adanya pusaran angin siklonik di sebelah barat pulau Kalimantan menyebabkan terbentuknya belokan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Hal inimenyebabkan memupuknya masa udara di sekitar Kepulauan Riau yang mendukung proses pertumbuhan awan konvektif. Untuk transportasi laut dihimbau berhati-hati terhadap arus laut yg kuat dan gelombang tinggi di wilayah kepri.” ujar Pande.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva