Warga Kuda Laut Heboh, Janin Bayi Ditemukan Dalam Pampers

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Warga Kuda Laut Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral Kabupaten Karimun heboh, tukang cuci ari-ari dikejutkan dengan sosok janin bayi yang baru berumur 4 (empat) bulan milik Rianti (35 th) didalam pampers dan tumpukan kain yang berlumuran darah, Sabtu (11/11).

Penemuan janin bayi tersebut tidak hanya heboh di daerah Kuda Laut saja, namun juga heboh di Group Facebook Forum Jual Beli Karimun (FJB) dan group Facebook lainnya yang di Share atau dibagikan oleh akun Ardi Yansah pada hari Sabtu tanggal 11 Nopember 2017 sekira pukul 13.00 Wib.

Dalam berita yang disebarkan oleh akun media sosial tersebut, terlihat ungkapan kesal terhadap pihak rumah sakit yang menurutnya tidak berkoordinasi dengan baik dengan pasiennya.

“Sungguh tega dan keterlaluan Doktok RSUD KARIMUN,,ada seorang ibu yg sedang keguguran dirmah sakit RSUD KARIMUN, disuruh sama doktor untuk menanam sebuah hari2 dan sebuah pempes ,teryatan ditemukan seorang bayi didalam pempes yg disuruh doktor untuk ditanam..kasus ini ditangani oleh pihak yg berwajib ..semoga doktor RSUD KARIMUN akn segera ditangkap,,mohon di sebarin ya tmn,” tulis pemilik akun facebook Ardi Yansah.

Sementara itu, Kepala satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun AKP Lulik Febyantara SIK membenarkan atas adanya laporan terkait penemuan janin bayi tersebut.

“Dari pihak keluarga saudari Rianti memang ada melaporkan ke kita terkait penemuan janin bayi oleh seseorang ahli tukang cuci ari-ari. Tukang cuci tersebut terkejut dan langsung mempertanyakan ke pihak keluarga terkait janin itu namun keluarga yang membawa pulang pakaian serta kain dan bekas pampers milik Rianti itu mengatakan bahwa pihak rumah sakit tidak ada memberi tahu pihak keluarga bahwa didalam pampers tersebut terdapat janin bayi milik Rianti,” ungkap AKP Lulik.

AKP Lulik mengatakan, setelah diselidiki kejadian ini ternyata hanya salah paham saja.

“Rianti ( ibu janin) sebelumnya memang sudah hamil sekira 4 bulan dibuktikan dengan hasil chek ft USG dari Dr. Made, dan telah 5 hari mengalami pendarahan yang hebat serta tali pusar dari janin juga telah keluar saat berasa di rumahnya maka pada hari jumat tgl 10 Nopember 2017 di bawa oleh kakak iparnya ke RS. M.SANI untuk penanganan medis. Menurut keterangan Dr. Ferry Sihombing ( dr. yang menanganai pasien) bahwa pada saat pasien datang ke RSUD kondisinya sudah mau melahirkan dan kemudian dilakukan pengecekan serta di berikan suntikan melalui infus untuk mempertahankan bayi namun tidak bisa lagi dan di dalam perut ibunya si bayi telah meninggal dengan tidak ada denyut jantungnya lalu di ambil upaya untuk bisa mengeluar janin dari perut ibunya dan jika tidak dikeluarkan akan beresiko bagi sang ibu,” ujar AKP Lulik.

AKPLulik juga menjelaskan, Dokter yang menangani Rianti sebelumnya sudah menyampaikan ke Rianti bahwa didalam ari-ari serta baju dan kain yang berlumuran darah itu ada janin bayinya yang sudah meninggal yang telah dikeluarkan dari rahim Rianti.

“Dokter yang menangani Rianti sudah menyampaikan kepada Rianti terkait janin anaknya yang harus dikuburkan, namun Rianti lupa memberi tahu Siti Aisyah kalau didalam kain tersebut ada janin bayinya. Sehingga terjadilah kesalah pahaman antara pihak keluarga dengan pihak rumah sakit. Jadi setelah apa yang kita selidiki, janin bayi tersebut meninggal memang karena keguguran, bukan digugurkan,” tutup AKP Lulik.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva