Kimtan Berharap Polisi Dapat Menangkap Kapal Tugboat Yang Tewaskan Anaknya

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Kimtan (50th), nelayan Kecamatan Meral terlihat sangat kesal, Karena menjadi korban tabrak lari oleh Sebuah Tongkang tanpa muatan yang ditarik oleh Kapal Tugboat disaat ia bersama istri dan dua orang anaknya sedang mencari ikan di perairan Pulau Mudu Kecamatan Meral Barat, Selasa (6/11) pukul 04.00 Wib.

“Saya kesal sekali, jahat sekali mereka, sudah tabrak kami trus tinggalkan kami begitu saja. Kami berlabuh di tengah laut dari jam 1 malam, subuh itu saya udah lihat tongkang itu mau tabrak kapal kami, kemudian saya langsung cepat-cepat berlari untuk memotong tali kapal kami agar kami bisa lari, namun kapal itu menarik tongkang dengan cepat sehingga tongkangnya menubruk kapal kami sampai kapal kami berada di bawah tongkang. Setelah itu saya berenang dan melihat kapal Tugboat yang menarik tongkang itu langsung pergi tanpa membantu kami. Waktu itu masih gelap, jadi saya tidak bisa melihat jelas nama Tugboat nya,” ujar Kimtan.

Baca Juga: Ditabrak Tongkang Tugboat, Satu Balita Meninggal Dunia

Sementara, Diana yang merupakan istri Kimtan yang juga ikut menjaring ikan bersama suami dan dua anaknya itu mengatakan bahwa mereka memang sudah terbiasa sekeluarga pergi melaut hingga beberapa hari.

“Saya dan anak saya memang biasa melaut ikut ayahnya hingga berhari-hari. Kita sudah tiga hari ikut menjaring, subuh itu masih gelap dan gerimis, padahal kapal kita ada lampunya, yang tengah dan yang depan, kita juga heran kenapa mereka bisa menabrak kami. Setelah ditabrak, kami langsung tenggelam dan hanyut, saya langsung berenang menuju kapal kami yang sudah terbalik, suami saya pun begitu, kami langsung mencari kedua anak kami saat itu, anak saya yang perempuan bernama Risma (4th) masih ada di dekat kapal yang saat itu sudah terbalik, sehingga suami saya bisa langsung selamatkan, sementara anak saya Kimheng (3th) langsung timbul kepermukaan tanpa sadar dan kami langsung membawanya naik ke Kapal kami yang sudah terbalik. Setelah hampir dua jam kami terombang ambing di tengah laut, untungnya ada kapal nelayan kurau yang menghampiri kami dan membantu. Namun anak kami yang kecil sudah tidak bernyawa saat itu. Kami berharap pihak kepolisian bisa membantu kami menangkap kapal Tugboat yang lari itu, sehingga dia bisa tanggung jawab.” ujar Diana.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kejadian tersebut.

“Kami sudah membuat tim untuk mengejar kapal tugboat yang melarikan diri itu. Akan kami lidik tentunya,” ungkap Iptu Sahata.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor       : Codet Carladiva