Simpan Sabu di Celana Dalam, Pemuda Pasir Panjang Ditangkap Petugas KPPBC

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Simpan Sabu di celana dalam, AYD (20th), pemuda Indonesia yang merupakan warga Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun di amankan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Tanjungbalai Karimun di pintu masuk Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun yang datang dari Pelabuhan Kukup Malaysia, Senin pagi (30/10).

Kepala Bidang Informasi dan Pelayanan KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Bagus Hariadi menceritakan kronologis kejadian saat tersangka AYD diamankan.

“Pada awalnya, petugas kita melakukan profiling yang kemudian mencurigai salah satu gerak gerik penumpang yang baru datang dari Pelabuhan Kukup Malaysia menggunakan kapal Ferry MV Tuah sekira pukul 08.00 Wib pagi,” ungkap Bagus.

Bagus mengatakan, karena curiga dengan gerak gerik penumpang tersebut, para petugas melakukan pemeriksaan badan lebih mendalam terhadap AYD itu.

“Petugas sudah melakukan pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray, namun hasilnya nihil, karena masih tetap curiga, petugas langsung melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap tubuh AYD,” ujar Bagus.

Dari hasil pemeriksaan badan tersebut, petugas menemukan barang bukti yang diduga sabu seberat kurang lebih 16,67 gram.

“Petugas temukan sebuah bungkusan plastik berwarna hitam yang disembunyikan AYD di celana dalamnya, setelah diperiksa, bungkusan tersebut ternyata berisi narkotika yang diduga jenis sabu dengan berat kurang lebih 16,67 gram, kemudian tersangka AYD kita amankan dan kita bawa ke kantor pelayanan,” jelas Bagus.

Dihadapan para Jurnalis Karimun, Pelaku AYD mengaku Mendapatkan barang tersbeut dari salah kenalannya di Malaysia.

“Saya ke Malaysia mau kerja, awalnya saya bersama teman saya tapi teman saya yang bawa saya kerja di Malaysia waktu itu dideportasi, uang yang saya miliki hanya 15 ringgit, jadi baru satu hari di sana saya kenalan sama seseorang lelaki, dia begitu baik sama saya, membiayai saya makan dan tidur, dia kasi saya kerja, dia suruh saya antarkan barang tu ke Karimun, nanti sampai di Karimun ada yang jemput katanya, dia cuma kasi saya uang 150 ringgit untuk pulang ke Karimun. Saya hanya disuruh, saya tak enak mau nolak karna dia baik sudah nolong saya di Malaysia,” ungkap AYD.

Dengan demikian, AYD terjerat pasal 102 huruf e Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yaitu menyembunyikan barang impor berupa shabu secara melawan hukum (Penyelundupan).

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva