Berkas Kasus OTT Pantai Pelawan Dinyatakan P21

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) tindak pidana korupsi restribusi Pantai Pelawan Kabupaten Karimun saat ini sudah masuk ke tahap dua, Selasa (24/10) pagi telah dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut umum.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara yang juga selaku Ketua Penindakan Tim Saber Pungli Kabupaten Karimun Kepulauan Riau mengatakan, dalam kasus tersebut telah menetapkan dua orang tersangka.

“Untuk perkara OTT tindak pidana korupsi terhadap restribusi Pantai Pelawan telah di lakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut umum, dengan Dasar Laporan Polisi nomor : LP – A / 45 / IV / 2017/ KEPRI / RES KARIMUN, Tanggal 23 April 2017 lalu tentang tindak pidana korupsi kegiatan penarikan retribusi tiket masuk Objek Wisata Pantai Pelawan Desa Pangke Barat Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 dan atau pasal 12 huruf e Undang – Undang RI No 20 Tahun 2001 atas Perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke -1 K.U.H.Pidana.” jelas AKP Lulik.

Menurut AKP Lulik, dua orang tersangka yang terseret dalam perkara tersebut yaitu Kepala Desa Pangke Barat RM bersama Bendaharanya EV sudah dinyatakan lengkap oleh JPU Karimun.

“Seminggu yang lalu, tepatnya hari Rabu tanggal 18 oktober 2017, telah di nyatakan P-21 atau lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Karimun, Sehingga hari ini baru terlaksana tahap 2,” ujar AKP Lulik.

Diberitakan sebelumnya, Pungutan karcis masuk ke objek wisata Pantai Pelawan, yang diduga dipungut secara liar tanpa adanya payung hukum oleh perangkat desa sehingga membuat Kepala Desa Pangke Barat beserta Bendaharanya ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp 3.177.000 dari hasil penjualan karcis masuk.

“Kita berharap pemerintah dapat mencarikan solusi untuk Pantai Pelawan yang sekarang masih terbilang terbengkalai usai kasus OTT waktu itu, sayang sekali jika pantai pelawan yang begitu indah jadi terlihat berserakan penuh sampah. Sejak tiga bulan yang lalu, tepatnya saat terjadinya kasus OTT oleh tim saber pungli, kita sempat kebingungan, pasalnya dengan cara apa kita bisa merawat pantai pelawan ini sehingga bisa tetap bersih dan menjadi objek wisata pilihan untuk masyarakat Karimun maupun luar Karimun.” ungkap Ketua RT 02, RW 04 Kelurahan Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Abdul Manaf saat ditemui tim beritakarimun.com belum lama ini.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva