Polres Karimun Musnahkan Sabu Senilai Miliaran Rupiah

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Kapolres Karimun bersama Danlanal Tanjung Balai Karimun musnahkan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1,005 Gram atau 1 Kilogram hasil penindakan Lantamal IV beberapa waktu lalu diperairan Karimun Anak Kabupaten Karimun dengan melarutkan ke dalam ember yang berisi air panas di Mapolres Karimun, Senin (23/10).

Pemusnahan dilakukan langsung Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin didampingi Kasat Narkoba Polres Karimun AKP Nendra Madya Tias dan bersama Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Totok Irianto, Kodim 0317 TBK, Kejaksaan Karimun, Kepala Pengadilan Negeri, Bea Cukai dan Ormas yang mengecek terlebih dahulu barang bukti sabu untuk mengetahui keasliannya melalui narkotest dan hasilnya terbukti asli.

“Pemusnahan dilakukan terhadap 1 paket narkoba jenis sabu seberat 1,005 gram. Sedangkan ada dua paket sabu seberat 5,63 gram yang akan dijadikan untuk pembuktian dipersidangan,” ungkap Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, Senin (23/10) di Rupatama Polres Karimun.

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, pemusnahan barang bukti telah berdasarkan putusan Kejaksaan Negeri Karimun SK-1593/N.10.12/Epp.2/10/2017 Tanggal 9 Oktober 2017 tentang penetapan barang bukti untuk dilakukan pemusnahan atas nama tersangka Ramli bin Kasim yang berdasarkan LP :125/IX/2017/Resnarkoba Tanggal 29 September 2017 dengan lokasi Perairan Karimun anak Kecamatan Tebiing Kabupaten Karimun.

“Kita berharap dengan kekompakan aparat penegak hukum yang telah dibentuk di laut mudah-mudahan dapat mengurangi penyelundup narkoba yang dapat merusak anak bangsa. Kita ada Pol Air, rekan dari Lanal dan Bea Cukai dalam melakukan patroli yang ketat. Bukan hanya di laut, di darat juga kita tindak dengan ketat,” ujar AKBP Agus.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 115 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara 5 tahun sampai dengar 20 tahun atau seumur hidup.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva