Terdakwa Narkoba Divonis Bebas, Ini Jawaban PN Tanjung Balai Karimun

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Masih ingatkah publik kasus penangkapan 2,65 kg narkotika jenis sabu dan 3500 butir pil erimin 5 (happy five) di dalam sebuah kapal motor Adinda di perairan Karimun oleh Satuan Narkoba Polres Karimun pada Jumat malam 17 Maret 2017 silam.

Dalam penangkapan tersebut, ketika itu pihak kepolisian selain mengamankan barang bukti narkoba juga mengamankan tiga orang masing-masing HR Nahkoda dan dua ABK kapal RK dan AR.

Polisi pun menjerat pelaku dengan pasal 115 ayat (1) atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup dengan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 dan paling banyak Rp 10.000.000.000.

Baca Juga: Polisi Karimun Sikat Ribuan Happy Five dan 2,65 Kg Sabu Kawasan Pangke

Namun jeratan hukum dari pihak polisi untuk para tersangka narkoba tidak terbukti.

Senin sore (19/10), Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun menjatuhkan vonis bebas kepada HR sang nahkoda kapal yang membawa 2,65 kg narkotika jenis sabu dan 3500 butir pil erimin 5 (happy five) di kapal motor Adinda.

Ketua Majelis Hakim Yanuarni Abdul Gaffar didampingi Yudi Roza Dinata saat ditemui para Jurnalis Karimun (10/10) membenarkan vonis bebas terhadap terdakwa HR.

“Berdasarkan keterangan terdakwa dan juga saksi yang kami hadirkan saat persidangan terungkap kalau terdakwa memang tidak mengetahui barang yang dibawanya itu adalah narkoba. Dia hanya disuruh mengantar barang atas permintaan pemilik barang,” ujar Yanuarni.

Yanuarni juga mengatakan, jika mengacu pada UU Narkotika, maka nakhoda kapal yang tidak mengetahui barang yang dimuat diatas kapal atau pompongnya tidak bisa divonis pidana. Kecuali, jika mengacu pada UU Kepabeanan, karena dalam undang-undang itu mengatur tentang manifest barang yang jelas diketahui oleh nakhoda kapal.

 

 

 

Editor : Codet Carladiva