Akhirnya, Terdakwa Christoper Terciduk Pihak Kejaksaan

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Akhirnya, Christoper O Dewabrata Terdakwa di Kejati Kepulauan Riau atas kasus dugaan korupsi tanggul uruk di Desa Teluk Radang Tanjung Batu Kundur Kabupaten Karimun yang juga statusnya sebagai Terpidana Kasus Korupsi di Bengkulu dapat diamankan dan dibawa ke Kepulauan Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Selasa (3/10).

Christoper merupakan Direktur Utama PT Beringin Bangun Utama yang menjadi kontraktor proyek pembangunan tanggul uruk di Desa Teluk Radang Tanjung Batu Kundur yang mana Dinas PU Kepri Purwanta telah di vonis bersalah dengan hukuman 3 tahun 6 bulan.

“Sebelumnya Christoper merupakan terdakwa Kejati Kepri atas kasus dugaan korupsi tanggul urung di Desa Teluk Radang Tanjung Batu Kundur telah masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) karena sebelumnya terdakwa melarikan diri. Peran terdakwa adalah sebagai rekanan yang mana tidak mengerjakan pekerjaaan namun telah mendapatkan pembayaran 100 persen.” Ungkap Kacabjari Tanjung Batu Filpan Fajar Darmawan Laia, Selasa (3/10) kepada beritakarimun.com.

Filpan juga menjelaskan, Direktur Utama PT Beringin Bangun Utama yang juga menjadi kontraktor proyek itu juga dituntut 12 tahun penjara di Bengkulu, namun berdasarkan putusan Pengadilan putus 8 tahun. Sedangkan untuk di Kepri, pihaknya masih melihat fakta dipersidangan.

“Crishtoper sendiri ditangkap Kejati Bengkulu pada 4 Febuari 2017 lalu di Jakarta, Dia selama ini masuk didalam DPO Kejati Kepri, selain itu juga dicari Kejati Bengkulu dalam kasus korupsi di daerah itu. Kita bersama Tim Kejati Kepri menjemput terdakwa setelah perkara di Bengkulu telah selesai penuntutannya dimana di Bengkulu terpidana Chritoper di hukum 8 tahun penjara. Dia di bawa ke Kepri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pada pembangunan jalan urung kundur dimana sebelumnya pihak Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kepri Purwanta telah di vonis bersalah dengan hukuman 3 tahun 6 bulan,” jelas Filpan.

Diharapkan dengan dihadirkan terdakwa dapat memperjelas kasus posisi perkara dugaan korupsi tersebut.

“Pada saat penjemputan, Tim dari Kejati yang dipimpin oleh Kasi Tut Siswanto bersama saya berkoordinasi dengan Kejati Bengkulu mengenai pemindahan tahanan dari Bengkulu ke Kepri, kita sudah berada di Bengkulu semenjak hari Minggu (2/10) dan berkoordinasi dengan pihak Rutan bengkulu pada Senin (3/10) kemarin. Ketika itu didapati kesepakatan untuk membawa tahanan Christoper, sehubungan dengan selesainya penuntutan christoper pada Kejati Bengkulu. Selanjutnya kita bawa menuju Rutan Tanjung pinang untuk dititipkan,” tutup Filpan.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva