Hati-Hati! Pukul Anak Istri, Suami Bisa Dipenjara 5 tahun

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Akibat pukul anak istri hingga memar dengan menggunakan tongkat, Yudi Arpandi (30th) yang sudah sejak lama menganggur, diciduk polisi dikediamannya di Komplek Timah Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing, Minggu (1/10).

Kapolsek Tebing Polres Karimun, AKP Budi Hartono, menjelaskan alasan anggotanya mengamankan Yudi Arpandi ayah dari tiga orang anak yang merupakan warga Teluk Uma Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

“Awalnya kita mendapatkan laporan dari seorang ibu rumah tangga bernama Marta, pada Minggu sore (1/10) sekira pukul 15.00 Wib. Saudari Marta mengaku dianiaya oleh suaminya yang sudah cukup lama tidak bekerja.” ungkap AKP Budi, Senin (2/10).

AKP Budi mengatakan, penganiayaan yang dilakukan oleh Yudi tidak hanya terhadap Istrinya, namun juga kepada anak perempuannya yang duduk di bangku kelas 5 SD.

“Saudari Marta mengaku dipukuli suaminya dibagian mata dan hidung dengan tangan kosong, hal tersebut terjadi karena Yudi menemukan uang yang disimpan istrinya Marta di bawah baju dalam lemari, dari situ Yudi emosi dan memarahi hingga memukul istrinya karena istrinya tidak memberi tahunya tentang uang tersebut yang didapat saudari Marta dari adiknya. Hal tersebut mengakibatkan bagian mata Marta menjadi memar. Namun tidak hanya istrinya, Yudi juga memukuli anak perempuannya AMC (11th) yang duduk dibangku kelas 5 SD dengan menggunakan tongkat Scurity hingga memar dibagian lengan kiri atas dan paha sebelah kiri dikarenakan hal sepele yaitu gara-gara anaknya tidak menemukan tutup botol yang ia suruh cari.” jelas AKP Budi.

Hal tersebut membuat Marta tidak bisa menahan kesabaran atas kekerasan yang telah suaminya lakukan sehingga Marta melaporkan tersebut ke pihak Kepolisian.

“Usai saudari Marta membuat laporan ke kita, kita langsung mengamankan Yudi di kediamannya, pada saat diamankan Yudi tidak melakukan perlawanan sehingga dengan mudah kita amankan ke Polsek Tebing untuk memberikan keterangan lebih lanjut.” kata AKP Budi.

AKP Budi juga mengatakan, pihaknya harus menahan tersangka karena sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama dan telah membuat surat perjanjian untuk tidak mengulanginya lagi.

“Yudi sebelumnya pernah bekerja di PLTU Tanjung Sebatak, namun ia masuk dalam daftar PHK, dan saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap. Tersangka di PHK dari pekerjaan 9 bulan lalu, dan setelah itu ia bekerja serabutan. Kita proses, karena ini sudah kesekian kalinya terjadi,” kata AKP Budi.

Kini Yudi dikenakan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam Rumah tangga dengan ancaman 5 tahun penjara.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva