Terlibat Narkoba, Anggota Polres Karimun Dipecat

Karimun, beritakarimun.com – Akibat melanggar kode etik profesi Polri, empat Bintara Polres Karimun diberhentikan secara tidak hormat melalui upacara Perberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang langsung dipimpin Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin di Rupatama Polres Karimun, Rabu (27/9).

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, pemberhentian keempat anggota Polri dijajaran Polres Karimun tersebut karena adanya pelanggaran kode etik profesi Polri. Diantaranya dua orang desersi dan dua orang penyalahgunaan narkoba.

” Ada 4 personil di PTDH, semuanya Bintara. Kasus desersi dilakukan Aiptu Muhammad Taofik dan Aiptu Dodi Loveardi dari satuan Bagsumda Polres Karimun, sedangkan penyalahgunaan narkoba dilakukan Brigadir Rajoki Pandapotan dari Satsabhara Polres Karimun dan Briptu Andi Alfan dari Polsek Tebing, ” ungkap AKBP Agus, Rabu (27/9).

AKBP Agus mengatakan, dengan diselenggarakan upacara PTDH tersebut, selain sebagai bukti keseriusan Polri dalam menindak anggotanya yang melanggar kode etik, juga sebagai peringatan kepada anggota lainnya agar tidak melakukan hal yang sama.

” Kita upacarakan dan minta semua anggota untuk hadir. Hal itu agar mereka melihat serta mengambil hikmahnya dan tidak mengulanginya. Tentunya agar ini menjadi pelajaran yang berharga,” ujar AKBP Agus.

Kapolres Agus juga mengatakan, sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri bagi keempat pelanggar tersebut telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya, kemudian dipertegas dengan Surat Keputusan Kapolda Kepri, tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) Dari Dinas Polri.

“Untuk tahun 2017, ini merupakan PTDH yang kedua. Sebelumnya tahun Febuari 2017 juga sudah empat anggota, kita lakukan PTDH, pada saat upacara PTDH, keempat anggota polri yang diberhentikan tersebut tidak kita hadir. Sehingga diwakilkan oleh anggota Provos Bripda Rizki Martaon. Kita memaklumi karena anggota yang diberhentikan dengan tidak hormat tentunya mempunyai rasa malu kepada rekan- rekannya. Sebenarnya apabila hadir, akan ada prosesi penanggalan pakaian dinas yang diganti dengan baju batik. Namun karena tidak hadir, maka hanya prosesi penyerahan surat pemberhentian tersebut kepada Provos,” Ujar AKBP Agus.

Dengan demikian, diwilayah Polri tentu bukan merupakan hal yang main-main terkait hukuman tegas yang diterapkan terhadap oknum yang tidak menghargai profesi.

“Kita tidak ada tebang pilih, siapa pun anggota kita yang berani melanggar kode etik profesi Polri, tentu akan kita tindak secara adil dan bijaksana.” tutup Kapolres AKBP Agus.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva