Pembina SADO Bantah Pelaku Narkoba Boncel Anggotanya

Karimun, beritakarimun.com – Pembina Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Rumah Rehabsos Sayang Anak Indonesia (SADO) Karimun, Linda Theresia membantah terkait pengakuan dari tersangka dugaan pengedar narkoba jenis sabu inisial AR alias Boncel (42th) yang mengaku sebagai anggota dari Yayasan SADO Karimun saat diringkus pasukan kuda Polres Karimun.

“Kita mau mengklarifikasi bahwa tersangka yang saat ini telah diamankan anggota Satuan Narkoba Polres Karimun adalah bukan sebagai anggota dari Yayasan kita, namun dia adalah klien kita yang kita rehabilitasi sejak tahun 2015,” ungkap Pembina Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Yayasan Rumah Rehabsos Sayang Anak Indonesia (SADO) Karimun, Linda Theresia yang menghubungi beritakarimun.com, Kamis (28/09).

Baca Juga: Alamak! Jual Sabu, Anggota Yayasan SADO Terciduk Pasukan Kuda Polres Karimun

Saat ditanyai kebenaran pengakuan Boncel yang mengaku sudah sejak tahun 2013 ikut sebagai anggota dari Yayasan Sado, Linda juga tidak membenarkan hal tersebut.

“Saudara Boncel mungkin salah tanggapan, kita aja baru menanggulangi masalah narkoba itu mulai tahun 2015, bukan 2013. Dulu itu pada tahun 2011 kita menanggulangi masalah HIV Aids, di tahun 2015 baru kita mulai rehabilitasi masalah penyalahgunaan narkoba. Kita adalah sebagai mitra dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, untuk anggota sendiri kita memiliki 9 anggota, yaitu terdiri dari 5 honorer Kemensos dan 4 lagi sebagai staf Sado. Dan diantara anggota kita tidak ada yang terpengaruh dengan penyalahgunaan narkoba,” ujar Linda.

Linda, juga mengatakan terdaftarnya Boncel sebagai klien rehabnya, adalah dari kemauan Boncel sendiri.

“Awalnya sebelum mendaftar ke kita, saudara Boncel mengaku bahwa dirinya mendaftar karena keinginannya sendiri, setelah kita periksa, saudara Boncel sudah semestinya rawat inap, namun dia meminta untuk rawat jalan. Dia juga tidak pernah kita libatkan dalam kegiatan-kegiatan yang kita lakukan seperti sosialisasi ke lapangan. Jadi mungkin dia salah mengartikan status dirinya yang hanya sebagai klien kita di Sado,” jelas Linda.

Tertangkapnya Boncel diberitakan sebelumnya berawal dari tertangkapnya AW (37 tahun) warga Komplek Timah Kelurahan Teluk uma Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun yang merupakan seorang kurir narkoba yang ketika itu sedang duduk minum di Kedai kopi “Kak Ratna” di Kawasan Komplek Timah Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing, Senin tanggal 18 september 2017 lalu. Boncel diduga sebagai pengedar yang memberikan barang haram tersebut kepada AW untuk mengantarkannya kepada seseorang yang sedang diselidiki tim Sat Narkoba Polres Karimun.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva