Alamak! Jual Sabu, Anggota Yayasan SADO Terciduk Pasukan Kuda Polres Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Terbukti gunakan narkoba, Seorang Anggota LSM yayasan Sado Karimun, Ar alias Boncel (42th) diringkus pasukan kuda Satresnarkoba Polres Karimun, Selasa (19/9).

Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias membenarkan saat dikonfirmasi terkait tertangkapnya salah seorang anggota LSM yayasan Sado akibat penyalahgunaan narkoba.

“Iya benar, kita memang ada mengamankan seorang anggota dari LSM yayasan Sado. Hal tersebut berawal dari tertangkapnya Adi (37th) warga Komplek Timah Kelurahan Teluk uma Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun yang merupakan seorang kurir narkoba di Kedai kopi “Kak Ratna” di Kawasan Komplek Timah Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing, Senin tanggal 18 september 2017 lalu,” Ungkap Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madya Tias SIK, Rabu (27/9).

Dari tangan Adi, petugas mendapat barang bukti dua paket kecil narkotika jenis sabu yang disimpan dalam kantong celana, dan bungkus dengan tisu dengan berat 0,15 gram.

“Setelah dilakukan pengembangan, Adi alias AW mengaku bahwa barang tersebut didapat dari Boncel. Pada tanggal 19 September 2017 lalu kita berhasil amankan Boncel yang diketahui merupakan pemilik barang, sementara AW hanya mengaku sebagai kurir saja. Saat dilakukan tes urine, Boncel tidak dapat mengelak karena dia positif pengguna narkoba, dan dia juga akhirnya mengakui telah memberikan barang tersebut kepada AW,” ujar AKP Nendra.

Saat diperiksa, AR alias Boncel mengaku seorang anggota dari Yayasan Sosial Sayang Anak Indonesia (Sado) Kabupaten Karimun yang senter dibicarakan masyarakat karimun terkait pengungkapan kasus narkoba di Bumi Berazam.

“Boncel mengaku memang merupakan anggota dari Yayasan SADO Karimun, katanya sudah ikut bergabung sejak tahun 2013 lalu,” tutup AKP Nendra.

Tertangkapnya anggota Yayasan SADO Karimun ini sangat disayangkan berbagai kalangan.

Kini dua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 112 dan 114, undang-undang narkotika dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva