Dua Siswa SMA Negeri 1 Karimun Terjaring Razia

Karimun, beritakarimun.com – Dua Siswa SMA Negeri 1 Karimun, Jum’at (22/9) terciduk di Warung Internet (Warnet) kawasan Padimas saat dalam jam belajar. Kedua siswa tersebut malah mengaku berasal dari SMA Negeri 2 Karimun.

Saat Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui anggota Satuan Polisi Pamong Praja Karimun melakukan razia rutin di warnet, pihaknya berhasil lakukan pengamanan terhadap 8 siswa yang sedang bermain di Warnet sekira pukul 09.30 Wib.

Dua diantaranya merupakan Siswa SMA Negeri 1 Karimun yang mengaku ingin Fotocopy tugas yang diberikan oleh guru di warnet. Saat ditanyai reporter beritakarimun.com terkait kebenaran tersebut, Kedua siswa inisial AL dan ER mengaku terpaksa berbohong karena takut ketahuan gurunya.

“Iya kak, tadi kami bohong sama petugas, takut kami kak, makanya kami bohong, takut ketahuan guru kami kak.” ungkap ER saat ditanyai reporter beritakarimun.com Jumat (22/9).

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karimun, Alta Petra mengaku sangat mendukung tim Sat Pol PP yang telah melakukan penangkapan terhadap kedua siswanya.

“Ini akan kita tindak lanjuti, kita akan panggil orang tuanya, tadi di sekolah kami memang sedang ada acara memperingati tahun baru Islam 1 Muharam, kita memiliki kurang lebih 1000 orang siswa, dengan demikian kami tidak bisa bekerja sendiri, makanya kami sangat terbantu dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Sat Pol PP Kabupaten Karimun,” ungkap Alta Petra.

Dalam razia kali ini, Sat Pol PP berhasil amankan 8 siswa yang terdiri dari Siswa SD hingga SMA yang berada di Kecamatan Karimun.

“Dari 8 siswa yang kita amankan terdiri dari 2 siswa SMA Negeri 1 Karimun, 1 Siswa Madrasah Ibtidayah, 1 Siswa SMP Negeri 2 Karimun, 2 Siswa SD 006 Karimun, 1 Siswa SDN 3 Karimun, 1 siswa MTS. Petugas juga dapatkan seorang anak dibawah umur yang masih kecil namun sudah putus sekolah sehingga membuat Kepala Dinas Pendidikan langsung mengunjungi rumah anak tersebut untuk mempertanyakan mengapa anak itu putus sekolah. Kita dapatkan seluruh anak tersebut di tiga buah warung internet, pertama Warnet AS di Orari, kedua Imperium Net di lampu merah Sei Lakam, ketiga di Warnet Fantastik di daerah Padimas. Untuk kemudian anak tersebut kita serahkan kepada Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti kepada guru dan orang tuanya,” tutup Kasat Pol PP Kabupaten Karimun T. A Rahman kepada beritakarimun.com siang itu.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva