Polda Kepri Selamatkan Warga Batam Dari Narkoba Ekstacy

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com – Muhammad Amin alias Amin Bin Hamid (26th) terlibat sindikat jaringan narkotika internasional yang ditangkap anggota direktorat reserse narkoba Polda Kepulauan Riau, Rabu (20/9) di pelabuhan rakyat sei jodoh, kecamatan Batu Ampar Batam.

Pelaku Amin ditangkap dengan barang bukti narkotika berjumlah 42.382 butir ekstasi tersimpan di tas rangsel yang berasal dari malaysia.

Menurut Direktur narkoba Polda Kepri, Kombes Helmy Santika mengatakan,sebelum pelaku Amin tertangkap pihak kepolisian, polisi telah mendapatkan informasi dari masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan rakyat, bahwa akana danya ada nya kegiatan seorang pria yang dicurigai membawa tas rangsel dan plastik warna merah yang dicurigai berisi narkoba.

“Sesuai informasi dan ciri-ciri yang diterima anggota kepolisian, ada nya seorang pria yang sedang berdiri tidak jauh dari pelantar pelabuhan rakyat,sedang menyandang tas rangsel dan plastik merah yang berisi ribuan pil ekstasi,”Ujar Helmy.

Helmy menambahkan modus operandi yang dilakukan para pelaku penyelundup jaringan narkoba internasional tersebut selalu menggunakan modus ship to ship (kapal ke kapal).

Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian narkoba polda kepri, pelabuhan rakyat di daerah sei jodoh kecamatan batu ampar tersebut dijadikan sasaran para bandar narkoba asal negara Malaysia dengan menyuruh para tekong speedboad datang mengambil paket narkoba dari kapal milik warga negara Malaysia.

Sementara pengakuan tersangka Amin, tas rangsel dan plastik merah yang berisikan narkoba ekstasi itu dijemput ditengah laut antara perairan Indonesia dan Malaysia.

” Tugas saya menjemput dan membawa tas rangsel berisikan ribuan narkotika atas perintah A yang memberikan upah sebesar 5 juta rupiah setiap penghantaran paket,”Ungkap Hamid.

Hamid juga sempat melihat 2 WNA Malaysia menumpang speed boad fiber warna abu-abu bermesin tempel 40 PK, setelah barang di serahkan, kemudian kedua WNA malaysia langsung kembali ke arah perairan malaysia.

Helmy juga menjelaskan modus operandi ini kerap dilakukan para bandar dan jaringan narkoba internasional ini melibatkan para tekong dan pedagang yang berjualan makanan dan minuman di tengah laut dengan memberikan upah besar untuk membawa paket dari kapal ke kapal sampai menuju pelabuhan rakyat.

Hingga kini direktorat reserse narkotika polda kepri masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan yang di duga kuat melibatkan para tekong yang berasal dari pelabuhan rakyat, Tidak hanya itu Ditresnarkoba polda kepri juga memburu keberadaan A yang merupakan tekong yang menyuruh pelaku Hamid menjemput paket yang berisi ribuan pil ekstasi dari tengah laut.

 

 

Reporter : Agus Siswanto
Editor      : Codet Carladiva