Hati-Hati Warga Karimun! Penipuan dengan Modus Anak Sakit Kembali Terjadi

Karimun, beritakarimun.com – Akibat dikabarkan kondisi anaknya sedang kritis di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) oleh seorang penelpon yang tidak bertanggung jawab, Erly Sandhya Suputra bersama Istrinya Netty Harlani warga Karimun Panik dan melaporkan aksi penipuan tersebut ke Mapolres Karimun untuk ditindak lanjuti.

Sepasang suami istri yang sama-sama bekerja di Pemerintahan Kabupaten Karimun itu terlihat sangat marah dengan perlakuan orang yang sangat tidak bertanggung jawab yang nekat menipu mereka tentang keadaan anak kedua mereka.

Hal tersebut dapat terlihat saat sepasang suami istri itu sedang mendatangi Kantor Mapolres Karimun sekira pukul 11.30 Wib untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

“Setengah jam yang lalu, ada nomor tak dikenal yang nelpon ke saya, dia menyatakan bahwa anak kedua saya, Venus De Milosha sedang berada di RSBT karena jatuh di kamar mandi. Katanya kepala anak saya mengalami pendarahan otak kecil sehingga harus segera langsung dioperasi,” Ungkap Erly Sandhya Suputra kepada reporter beritakarimun.com di Mapolres Karimun, Selasa (19/9).

Mendengar kabar tersebut Erly pun panik dan sangat khawatir keadaan anaknya tersebut.

“Gimana saya tidak percaya, penelfon itu tau nama lengkap anak saya, tau di mana anak saya sekolah, makanya saya langsung kebakaran jenggot mendengar hal tersebut. Setelah itu saya langsung diarahkan ke bagian Farmasi RSBT, saya dikirim nomor orang bagian Farmasi untuk segera menghubungi terkait keadaan anak saya. Kata orang yang mengaku dari bagian Farmasi tersebut anak saya harus segera dioperasi sekarang juga, namun RSBT tidak memiliki alatnya sehingga harus membelinya terlebih dahulu. Saat itu mereka meminta saya untuk membantu membayarkan DP senilai 10 juta rupiah untuk membeli alat yang harganya 20 juta rupiah. Untung di ATM saya uangnya tidak cukup, mungkin kalau cukup sudah langsung saya kirim karena yang saat itu saya pikirkan adalah nyawa belahan jiwa saya,” ungkap Erly Sandhya.

Erly Sandhya yang bekerja sebagai Kepala Bidang Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun itu mengatakan, dirinya langsung berkoordinasi dengan istrinya untuk melakukan pembayaran DP alat operasi anaknya tersebut.

“Karena uang di rekening saya tidak cukup, saya langsung koordinasi dengan istri, dan istri saya menyelidiki hal tersebut, ternyata setelah kita telfon ke Sekolah Alhamdulillah kata gurunya anak kita dalam keadaan sehat dan sedang belajar di Kelas. Kita juga mengecek ke RSBT dan tidak mendapatkan hal tersebut. Maka dari itu kita langsung segera melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian agar ditindak lanjuti,” ujar Erly Sandhya.

Sebagai Istri, Netty Harlani yang bekerja di Sekretaris Daerah Pemkab Karimun berharap agar tim Macan Hitam Polres Karimun segera menangkap para pelaku yang dinilainya sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat karimunt.

“Saya sudah sempat menangis karena panik dan sangat khawatir dengan keadaan anak saya. Apalagi suami saya yang langsung ngebut ke RSBT didalam keadaan hujan yang jalannya licin. Ini tentu sangat berbahaya sekali, sempat terjadi kecelakaan terhadap suami saya, ini sangat bahaya. Untung tidak terjadi apa apa, Saya berharap kepada tim Polres Karimun agar bisa menangani kasus ini. Tolong ditangkap penipu-penipu itu, agar tidak terjadi lagi kepada masyarakat lainnya. Kami berharap ini benar-benar ditindak sehingga tidak ada korban lagi.” tutup Netty.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva