Pelatihan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Digelar di Hotel Aston

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak 40 orang kader dari 4 desa dan kelurahan mengikuti Pelatihan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat ( PATBM) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendaluan Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) provinsi Kepulauan Riau, di Hotel Aston Karimun.

Acara tersebut melibatkan kader-kader yang diambil dari 4 Kelurahan yang ada di Kabupaten Karimun Seperti Kelurahan Harjosari Kelurahan Teluk Air, Kelurahan Teluk Uma dan juga Kelurahan Sei Lakam Barat,dari masing-masing Kelurahan diambil sebanyak 10 orang.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Provinsi Kepri Elvi Tjetjep Yudiana mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini merupakan upaya untuk memperdayakan masyarakat untuk mengenali dan mempromosikan hak-hak anak yang dalam hal ini bekerjasama secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

“Tujuan kami melakukan kegiatan ini merupakan upaya kami dalam memperdayakan masyarakat sekitar untuk membantu mengenali dan mempromosikan hak-hak anak yang harus didapatkan, kami melakukan kegiatan ini dengan cara terkoordinasi agar kami bisa mencapai tujuan untuk melindungi anak,” ujarnya kepada reporter beritakarimun.com

Elvy juga berharap dengan dibentuknya aktivis PATMB para kader yang telah ditunjuk agar lebih cepat tanggap jika disekitaran wilayah tersebut ditemukan kecurigaan, dan hendaknya langsung dicegah, dan setelah mengikuti pelatihan tersebut para kader juga harus ikut mensosialisasikan ilmu yang telah didapat tersebut kepada masyarakat sekitar, agar para orang tua bisa lebih memperhatikan anaknya.

“Kami membentuk tim kader PATMB tersebut agar para kader bisa cepat tanggap jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, dan harus mensosialisasikan ilmu-ilmu yang telah kami berikan ke masyarakat, agar para orang tua lebih bisa peduli dan lebih memperhatikan anak-anaknya” ujar Elvy.

Elvi juga mengajak seluruh elemen masyarakat seperti orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah serta seluruh instansi terkait lainnya untuk bekerja sama membangun hubungan yang baik dan lebih berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak dan meningkatkan struktur perlindungan anak.

 

 

Reporter : Putri Permata Sari
Editor      : Codet Carladiva