Usai Ditetapkan HET Beras oleh Mendag Engartiasto, AKP Lulik Kumpulkan Pelaku Usaha Beras

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun AKP Lulik Febyantara mengimbau kepada seluruh pelaku usaha yang menjual beras di Kabupaten Karimun untuk dapat mengikuti Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 1 September 2017.

“Kita meminta pengusaha beras di Kabupaten Karimun untuk dapat menyesuaikan diri terhadap keputusan harga beras eceran tertinggi terbaru yang mulai diberlakukan 1 September 2017. Sebenarnya ada tiga kategori beras, yakni medium, premium dan khusus namun pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium saja, Untuk Kepri, HET yang ditetapkan dengan harga Rp 9.950 untuk beras Medium dan Rp 13.300 untuk beras Premium, ” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara yang juga sebagai Kasatgas Pangan Kabupaten Karimun, Jumat (8/9).

Untuk dua bulan ke depan, Menurut AKP Lulik pihaknya bersama anggota satgas pangan lainnya seperti Disperindag akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sehingga pihak pelaku usaha dapat mengerti dan mengikuti peraturan yang berlaku.

“Sejauh ini untuk dua bulan ke depan, kita hanya sebatas sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait penjualan beras. Setelah masa sosialisasi selesai kita bersama-sama satgas pangan yang terdiri dari beberapa instansi lainnya seperti Bea dan cukai, Karantina Kesehatan dan hewan, Bulog dan lain sebagainya akan melakukan pengecekan sampai kepada penindakan serta pencabutan izin usaha oleh pejabat pengeluar izin kepada pelaku-pelaku usaha penjualan beras yang melanggar Permendag RI No 57 tersebut,” ujar AKP Lulik.

AKP Lulik juga mengatakan, dari pihaknya yang merupakan Satuan Tugas Pangan Kabupaten Karimun, akan selalu mengawasi dan melaporkan hasil pengawasan kepada Satgas tingkat Provinsi.

“Bentuk pengawasan kami usai Sosialisasi selama dua bulan adalah dengan melakukan pengecekan dan setiap hari memonitor harga beras di distributor sampai kepada konsumen, dan kita laporkan setiap hari ke Satgas Pangan tingkat Provinsi tentunya. Kita berharap dengan sosialisasi yang kita lakukan dapat membuat pelaku usaha mematuhi segala peraturan yang telah ditentukan sehingga situasi perdagangan di Kabupaten Karimun aman terkendali,” terang AKP Lulik.

Untuk diketahui bersama, HET beras di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi, untuk jenis medium Rp 9.450 per kilogram. Sedangkan yang premium Rp 12.800 per kilogram. Sementara itu, di Sumatera (selain Lampung dan Sumsel), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, HET beras medium Rp 9.950 dan premium Rp 13.300. Untuk Kalimantan dan Maluku, HET beras medium Rp 10.250 serta premium Rp 13.600. Setelah aturan ini berlaku mulai 1 September 2017, tidak ada yang boleh menjual beras medium dan premium di atas harga yang ditentukan.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva

Bagaimana Menurut Anda?

comments

Sebarkan: