Ribuan Bawang dan Garam Hasil Tangkapan Satreskrim Polres Karimun di Hibahkan

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun mengibahkan kurang lebih 8000 Kg bawang merah dan 4000 Kg garam kasar kepada Dinas Sosial yang merupakan hasil tegahan dari Satuan Reskrim Polres Karimun pada 21 Agustus 2017 lalu.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, SIK mengatakan pihaknya bersama KPPBC TMP B Tbk telah menyaksikan penyerahan barang bukti hasil penindakan oleh timnya kepada Dinas Sosial di Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC TMP B Tbk, Rabu pagi (6/9) pukul 09.30 Wib.

“Hari ini kita menyaksikan hibah berupa barang bukti yang pernah kita tangkap pada 21 Agustus 2017 lalu di Pantai Sawang Kecamatan Kundur Barat terhadap KM Meisya II GT 30 ton asal Selat Panjang yang dibawa dari Malaysia, ” ungkap AKP Lulik.

Baca Juga: Bisnis Bawang Merah Milik Rafiq Mustiar Diamankan Reserse Kriminal Polres Karimun

Penyaluran barang bukti tersebut menurut AKP Lulik diserahkan kepada empat kecamatan yang ada di Pulau Karimun.

“Untuk selanjutnya Bawang Merah sebanyak kurang lebih 8000 Kg dan Garam sebanyak kurang lebih 4000 Kg akan di serahkan kepada masyarakat kurang mampu yang berada di empat Kecamatan di Pulau Karimun seperti Kecamatan Karimun, Kecamatan Meral, Kecamatan Meral Barat dan Kecamatan Tebing.” ujar AKP Lulik.

Sementara itu, Kepala Penindakan dan Sarana Operasi KPPBC TMP B, Andi Cusna mengatakan, sebelum melakukan hibah barang bukti hasil tangkapan tersebut, pihaknya sudah terlebih dahulu mengecek kualitas terhadap barang bukti berupa garam dan bawang merah.

“Kita sudah lakukan pengecekan terlebih dahulu apakah garam dan bawang tersebut layak untuk dikonsumsi. Dari hasil pemeriksaan, garam asal Malaysia itu tidak mengandung yodium, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi, namun karena keadaan garam di Kabupaten Karimun agak sulit, garam tak beryodium itu tetap kita hibahkan, namun target hibah kita kepada para nelayan yang sering menggunakan garam sebagai pembeku es. Sementara untuk bawang merah setelah kita cek, kualitasnya layak untuk dikonsumsi sehingga dapat kita hibahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.” tutup Andi Cusna.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva