Saat Ditangkap Polisi, Biksu Cabul Ini Bersama 2 Wanita

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com – Tersangka YCH alias Hen, Kamis(31/8) ditangkap sedang bersama 2 wanita di depan sebuah hotel Ibis Style Sunter,Jakarta Utara.

Saat ditangkap tim jatanras polresta barelang batam,YCH sempat melawan dan berusaha kabur, Namun dengan cepat polisi menangkap tersangka,selain mengamankan biksu,polisi juga mengamankan kedua wanita untuk dimintai keterangan soal keberadaan nya bersama biksu YCH yang dilaporkan oleh kelima korban tentang eksploitasi dan pencabulan anak dibawah umur.

Tim unit jatanras polresta barelang batam di pimpin langsung kasatreskrim Kompol Agung Gima,Sik saat menangkap biksu YCH di Jakarta.

Baca Juga: Oknum Biksu di Batam Jadi Tersangka Kasus Pencabulan

Menurut Agung sebelum tertangkap nya YCH polisi terlebih dahulu menahan seorang tersangka BGS yang merupakan pengelolah dan pengurus vihara purnama mahayana di Batam nongsa batam.

” Saat ini polisi sudah menetapkan 2 tersangka yaitu,YCH alias Hen dan BGS atas laporan tindak pidana eksploitasi ekonomi dan pencabulan anak di bawah umur, “Ungkap Agung.

Baca Juga: Tim Jatanras Polresta Batam Berhasil Tangkap Oknum Biksu Cabul

Tersangka biksu dan 2 wanita yang diamankan di jakarta langsung di berangkatkan dari bandara halim perdana kusuma dengan pesawat batik air menuju bandara internasional Hang Nadim Batam,sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (31/8).

Saat mendarat dibandara hang nadim batam,tersangka dan kedua wanita yang turut diamankan polisi langsung disambut belasan pewarta,tersangka dikawal ketat oleh tim jatanras saat diruang kedatangan.

Terkait 2 wanita yang turut diamankan kepolisian,Kompol Agung Gima mengatakan masih dalam pemeriksaan unit perlindungan perempuan dan anak(PPA) polresta barelang batam.

” Dua Wanita yang turut diamankan dan dibawa ke Batam oleh tim jatanras,masih dilakukan pemeriksaan unit perlindungan perempuan dan anak, apakah dua wanita tersebut merupakan korban atau tidak, ” Ujar Agung.

Akibat perbuatan kedua tersangka,YCH dan BGS dijerat Pasal 2 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 88 jo pasal 76 (1) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

 

 

Reporter : Agus Siswanto
Editor      : Codet Carladiva

Bagaimana Menurut Anda?

comments

Sebarkan: