Tukang Pikul Sabu Kundur-Karimun Akhirnya Dibekuk Satresnarkoba Polres Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Pria muda asal Tanjung Batu Kundur yang bernama RF (18th) ditangkap Satresnarkoba Polres Karimun di Pelabuhan Antar Pulau Sri Tanjung Gelam, Kelurahan Tanjung Balai Kota, Selasa malam (22/8) pukul 22.00 WIB.

RF ditangkap karena kedapatan mengantongi narkotika jenis sabu sebanyak 3 paket besar.RF sendiri ditugaskan sebagai tukang pikul alias kurir sabu antar pulau (Karimun-Kundur.red).

Kepala Satuan Narkoba Polres Karimun AKP Nendra Madyatias, Sabtu (26/8), menjelaskan kronologis kejadian tertangkapnya pria muda asal Tanjung Batu yang membawa sabu sebanyak 300,1 gram seharga 180 juta rupiah.

“Penangkapan RF berawal ketika pihaknya mendapatkan informasi bahwa
akan ada transaksi narkoba di Jalan Nusantara Kelurahan Tanjung Balai Kota, tepatnya dipintu masuk Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, dengan info tersebut, pada Selasa malam (22/8) sekira pukul 22.00 wib kita bergegas meluncur ke tempat sesuai informasi yg kita dapatkan, Kemudian di situ kita berhasil tangkap pria muda yang baru berusia 18 tahun yang ketika itu membawa Sabu sebanyak 3 Paket besar,” Ungkap Nendra.

Dalam pengakuan pria muda asal Tanjung Batu tersebut, Nendra mengatakan barang haram itu didapatnya dari seseorang berinisial AT (DPO) yang berada di Karimun dan akan di antarkan kepada abang angkat RF yang berada di Tanjung Batu kundur.

“Barang ini milik seseorang berinisial AT, dia menyuruh RF (remaja 18 tahun) menjadi Kurir untuk mengantarkan barang tersebut kepada seseorang berinisial RD (DPO) di Tanjung Batu, setelah kita lakukan pengembangan, RD yang merupakan abang angkat dari RF sudah tidak ada di rumahnya, AT juga masih terus kita cari. Selain mengamankan barang bukti berupa narkoba, kita juga mengamankan hp yang digunakan tersangka untuk transaksi dan uang tunai sebesar Rp 400,000 yang diduga sebagai upah yang diterima RF mengantarkan narkoba tersebut di dalam tasnya. Tersangka RF sekarang kita amankan di Mapolres Karimun untuk terus dilakukan pengembangan. Saat dilakukan tes urine, hasilnya RF negatif narkoba,” ujar Nendra.

Sementara itu, Dalam pengakuan klasik pelaku, barang tersebut bukan miliknya melainkan milik orang lain yang ditugaskan kepadanya untuk diantar ke orang lain dengan imbalan rupiah.

“Saya baru sebulan kenal AT dan baru kali ini menjadi kurir. saya disuruh bawa nanti tiba sampai baru dibayar,” ungkap RF.

Atas perbuatannya, kini tersangka RF dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) tahun 2009 tentang narkotika dan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp1 miliar.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva