BNI Tanjung Balai Karimun Salurkan Bantuan Sosial

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Guna mendukung dan ikut menyukseskan Program Keluarga Harapan (PKH), PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tanjung Balai Karimun Wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepri, dipercaya sebagai Bank yang ditugaskan untuk melakukan penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk tahap I dan II tahun 2017 yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Sebanyak 15.063 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Tanjung Balai Karimun, Solok, Sungai penuh, Tanjung Pinang dan Dumai yang berada dibawah supervisi BNI Wilayah Padang tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I dan Tahap II di tahun 2017.

“Di Kabupaten Karimun sendiri kita dipercayai untuk melakukan penyaluran kepada 3.086 KPM pada tahap I dan II yang didampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Karimun, kita sangat mendukung program pemerintah pusat yang mana telah mempercayai kita sebagai Bank yang membantu mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Meski para pegawai Cabang Tanjung Balai Karimun harus melaksanakan pendistribusian kartu di hari libur Sabtu dan Minggu karena harus menggunakan transportasi kapal pancung dan sepeda motor ke pulau-pulau kecil sekitaran Kabupaten Karimun, namun kami tetap bersemangat agar bantuan segera sampai ke tangan masyarakat yang berhak,” Ungkap Pemimpin Cabang Tanjung Balai Karimun, Irwansyah Kasuma Putera, Selasa (15/8).

Irwansyah juga mengatakan, Penyaluran bantuan di Kabupaten Karimun tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2017 dan dijadwalkan akan tersalurkan seluruhnya ke para KPM di bulan Agustus ini.

“Selain bertugas menyalurkan bantuan, kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana bantuan tersebut. Sejumlah dana bantuan dari pemerintah tersebut telah dimasukkan kedalam rekening masing-masing KPM dan masyarakat penerima bantuan akan memperoleh buku tabungan disertai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga sekaligus berfungsi sebagai Kartu Debit.” ujar Irwansyah.

Dengan mekanisme ini penyaluran Bansos diharapkan akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dengan memanfaatkan system perbankan yang terintegrasi. Dengan menggunakan KKS tersebut, masyarakat akan lebih fleksibel dalam melakukan pencairan bantuan melalui jaringan perbankan di ATM atau melalui mesin-mesin EDC yang tersedia di Agen46 yang merupakan kepanjangan tangan BNI. Disamping itu para penerima bantuan diharapkan juga teredukasi untuk menabung dan menggunakan uang sesuai kebutuhan.

“Penyaluran bantuan melalui program PKH ini selain bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga diharapkan dapat mengubah perilaku yang kurang mendukung terhadap peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat paling miskin, maka sinergi dengan pihak perbankan adalah langkah yang sngat tepat untuk mempercepat pelaksanaan penyaluran bantuan.” jelas Irwansyah.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BNI Sumbar, Riau dan Kepri, Rahmad Hidayat dalam kesempatan terpisah menyampaikan BNI akan selalu berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kejahteraan dan perekonomian masyarakat. Untuk informasi Iebih lanjut, dapat menghubungi Rahma Dhoni yang merupakan Business Performance dan Channel Management group dengan nomor telfon 0751890005.

“Program-program pemerintah terutama yang terkait erat dengan jasa perbankan akan selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan. Bahkan dibeberapa titik penyaluran, kami menghadirkan Mobil BNI Layanan Gerak (BLG) yang ATM nya dapat digunakan untuk menarik dana dengan Kartu KKS. Dengan mekanisme penyaluran bantuan seperti ini, memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mencairkan seluruh dana atau menyimpan sebagian di rekening, sehingga angka literasi masyarakat terhadap perbankan juga dapat ditingkatkan. Melalui system ini juga diharapkan pembayaran Bansos melalui kartu akan membuat masyarakat secara perlahan teredukasi bagaimana menggunakan atau melakukan transaksi tidak dengan uang tunai namun non tunai yang lebih aman, cepat dan ringkas.” tutup Rahmad.

 

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva

Bagaimana Menurut Anda?

comments

Sebarkan: