Bakamla-RI Tahan 2 Kapal Barang Elektronik ,Pengusaha Batam Mengamuk

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com – Dua unit kapal bermuatan barang dari perairan Singapura menuju perairan Batam, Selasa (8/8) pukul 18.30 WIB diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Pusat.

Belum diketahui kesalahan apa dua kapal bernama KM. Budi Jasa dan Batam Indah yang bermuatan barang elektronik tersebut ditahan,

Menurut Kepala Bagian Umum Zona Maritim Barat Bakamla RI wilayah Kepulauan Riau, Kombes Hadi Purnomo mengatakan,kegiatan yang dilakukan merupakan operasi pusat dari Jakarta.Sasarannya berkaitan masalah kejahatan di laut dan lebih spesifik tentang marak nya penyelundupan barang illegal.

“Ada dua kapal yang diamankan Bakamla-RI yang terjaring operasi pusat,Dugaan sementara ksalahan terkait pelayaran dan ketidaksesuaian dengan manifest barang yang ada di kapal,” ujar Hadi.

Hadi menambahkan,dua kapal bermuatan barang elektronik merupakan jasa transportasi laut khusus membawa barang dengan rute Singapura Pelabuhan ke pelabuhan Sekupang, Batam.

“Soal apakah benar ada pelanggaran soal manifest, saat ini masih berkoordinasi dengan bea dan cukai batam masih menunggu hasilnya. Jika ada pelanggaran dan kerugian negara akan diserahkan ke kantor pelayanan utama bea dan cukai,Batam “jelas Hadi.

Sementara Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Batam, sejauh ini belum menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan dua kapal transportasi bermuatan barang yang diamankan Bakamla Pusat, Selasa (8/8).

“Hasil pemeriksaan petugas belum ditemukan pelanggaran berkaitan dengan Bea dan Cukai. Dua kapal ini memiliki dokumen yang sah dan masih berlaku,” Ujar Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) KPU BC Tipe B Batam, Akhiyat Mujayin, melalui via telepon.

Dilanjutkan, aturan untuk kawasan Batam sedikit berbeda dengan daerah lain, terutama untuk jalur transportasi barang yang memakan waktu dibawah 24 jam.

“Dua kapal ini membawa barang dari Singapura ke Pelabuhan Sekupang, Batam. Ini sudah jalur tetap. Kalaupun ada barang yang dibawa belum memiliki izin, dalam perjalanan atau tiba di pelabuhan, izinnya masih bisa diurus,” jelas Mujayin.

Mujayin juga menyebutkan untuk Bakamla jika ingin menahan kapal tersebut dengan aturan yang lain sah-sah saja.

“Yang jelas pelanggaran yang berkaitan dengan kita (BC) belum ada, jadi kita juga tidak berani menerima hasil tangkapan itu,” Ungkapnya.

Sedangkan Didin pemilik kapal kesal sekaligus kecewa dengan petugas Bakamla-RI. Jika memang diperiksa muatan kapal harusnya dilakukan dipelabuhan bukan membawa kapal yang sudah hendak berlabuh kembali ke tengah laut.

“Kita dipaksa lego jangkar ditengah laut, padahal saat diamankan kita sudah mau berlabuh. Apalagi yang kami bawa ini adalah barang barang milik perusahaan industri yang ada di kawasan berikat. Jika ada kerusakan otomatis kami akan kena finalty,” ujarnya kesal.

 

 

 

 

 

Reporter : Agus Siswanto
Editor      : Codet Carladiva