Stok Menipis, Harga Garam Naik 2 Kali Lipat

Karimun, beritakarimun.com – Akibat penundaan panen garam yang terjadi karena iklim cuaca yang tidak mendukung, harga garam yang dibeli oleh distributor Karimun dari penyedia garam di Jakarta meloncat tinggi.

Salah seorang Manager agen sembako CV. Jumi Indo, Nofi saat ditemui reporter beritakarimun.com di gudang Sembakonya, Selasa sore (25/7) mengatakan, pihaknya merasa kesulitan akibat kelangkaan stok garam yang selalu ia pesan dari daerah Jakarta.

Baca Juga: Stok Garam Kian Menipis, Bagaimana Langkah Disperindag Karimun

“Stok garam di gudang kita sudah menipis, awal bulan Juni kemarin kita sempat pesan 100 karung garam yang berisi 50 Kg per karung, namun karena penundaan panen yang terjadi akibat pengaruh iklim cuaca, orderan kita menjadi dibatasi hanya 50 karung saja.” ungkap Nofi.

Kata Nofi, tidak hanya orderan yang dibatasi, namun harga garam kasar per karung kini meloncat sangat drastis.

“Untuk harga per karungnya sangat meloncat tinggi, harga garam kasar yang selalu kita order dari daerah Jakarta biasanya hanya Rp 95.000 per karung yang sudah termasuk ongkos kirim, namun awal Juni kemarin harganya sudah mencapai Rp 250.000 per karung. Hal tersebut juga membuat pelanggan kita sangat terkejut.” ujar Nofi.

Nofi mengatakan, untuk saat ini stok garam kasar yang ada di gudangnya sangat minim. Kalau untuk garam halus bahkan tidak ada sama sekali.

“Stok garam kasar yang ada di gudang kita hanya tinggal 24 karung, mungkin sisa stok garam tersebut diperkirakan habis dalam waktu seminggu, sedangkan stok garam halus sudah sejak lama kosong, namun menurut info yang kita terima, kemungkinan besar akan ada kembali stok garam halus, namun untuk harga kita belum mengetahuinya.” katanya.

Menurut Nofi, pihaknya tidak akan segan menjual garam meski tidak memiliki untung banyak.

“Kita sudah cek, dari Cirebon, Surabaya hingga Madura, semua stok garam kosong, kita juga akan membantu masyarakat Karimun untuk memasarkan garam meski tidak banyak untung. Dulu kita mendapatkan untung hingga 5 persen per karung, namun sekarang minim sekali, hanya 2 persen saja yang bisa kita dapatkan. Kita hanya bisa berharap agar stok garam bisa kembali pulih, karena garam merupakan bumbu terpenting dalam kehidupan sehari-hari.” tutup Nofi. (Nichita Bella)

 

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva