Stok Garam Kian Menipis, Bagaimana Langkah Pemerintah Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Akibat cuaca memburuk, Indonesia kembali mengalami kelangkaan garam.Kelangkaan garam mulai dirasakan berbagai pelosok negri, Hal tersebut juga dirasakan Kabupaten Karimun Kepulauan Riau.

Kelangkaan garam dipicu akibat cuaca buruk hingga terjadinya penundaan panen yang berpengaruh besar terhadap stok serta harga jual beli di pasaran.

Bagaimana stok garam di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau?Berapa pentingnya garam untuk masyarakat Karimun?

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM Dan ESDM, Muhammad Yosli saat ditemui mengatakan jika stok garam untuk kabupaten Karimun sangat menipis.

“Keadaan garam untuk di Kabupaten Karimun menurut pantauan kita memang menipis, hal tersebut bukan hanya terjadi di Karimun, bahkan di seluruh Indonesia ada yang sudah mengalami kelangkaan pasokan garam.” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi UKM Dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli saat ditemui beritakarimun.com di ruang kerjanya, Selasa siang (25/7).

Yosli juga mengatakan, kelangkaan yang terjadi memang disebabkan oleh penundaan panen di daerah Jawa karena iklim cuaca yang tidak mendukung.

“Salah satu pengaruh kelangkaan garam yang terjadi di Indonesia ialah akibat dari anomali keadaan iklim cuaca yang tidak mendukung, sehingga terjadi penundaan panen yang menyebabkan kekosongan garam. Beberapa distributor di Karimun sendiri sudah melakukan order terhadap garam dari penyedia garam yang ada di Jawa, namun masih ada yang belum sampai akibat kekosongan stok yang terjadi.” ujar Yosli.

Yosli menambahkan, saat ini pihaknya akan terus memantau keadaan garam di Kabupaten Karimun.

“Kita akan pantau terus stok garam yang ada di Kabupaten Karimun, kita juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak memanfaatkan kelangkaan garam dengan menaikkan harga garam semena mena, terhadap distributor jangan sampai ada penimbunan terhadap garam, kita minta jika dalam beberapa hari kedepan stok garam yang dipesan sudah masuk, segera memasarkan stok garam tersebut tanpa harus disembunyikan.” tutup Yosli.

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva