Polisi Akan Mengusut Tuntas Soal Kasus Racun Santri

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Keracunan yang menyebabkan ratusan Santri di dua pondok pesantren yang berada di Kabupaten Karimun kini sudah diusut dan ditindak lanjuti oleh Polsek Meral Karimun, Senin (24/7).

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin saat dikonfirmasi Selasa malam (24/7) mengatakan, pihaknya akan terus mengusut terkait yang menyebabkan ratusan santri keracunan.

“Untuk keseluruhan korban keracunan yang kita data berjumlah 110 orang, dengan rincian Pondok Pesantren Hidayatullah yang berada di Sememal Kecamatan Meral Barat berjumlah 105 orang, 61 orang dilarikan ke RSBT dan 44 orang dilarikan ke RSUD Muhammad Sani. Sedangkan untuk Pondok Pesantren Bustanul Adzkiya Muhammadiyah yang berada di Wonosari Kecamatan Meral Kota, sebanyak 5 orang dan dilarikan ke RSBT untuk dilakukan penanganan medis. Kita tentu akan mengusut permasalahan tersebut hingga tuntas. Hari ini para perwakilan korban serta pihak donatur dan pihak katering sudah di panggil oleh Polsek Meral untuk ditindak lanjuti.” Ungkap Kapolres.

Baca Juga: Ratusan Santri di Karimun Keracunan Makanan

Sementara itu, Kapolsek Meral Polres Karimun, AKP Saiful Badawi mengatakan, pada saat pertemuan antara perwakilan korban serta donatur dan pihak katering, berjalan dengan baik tanpa ada yang saling berkeras.

“Kita menindak lanjuti tanggung jawab dari pemilik katering makanan yang di pesan oleh donatur untuk disumbangkan kepada ponpes waktu itu, selain donatur dan pihak katering, kita juga panggil pihak korban yang mewakili dari Ponpes Hidayatullah dan Ponpes Bustanul Adzkiya Muhammadiyah.” ujar Badawi.

Badawi juga menjelaskan, dalam pertemuan yang diadakan di Polsek Meral tersebut berjalan dengan baik hingga menimbulkan kesepakatan bersama antara semua belah pihak.

“Pada prinsipnya mereka bertanggung jawab, seperti dari pembiayaan pengobatan pihak korban keracunan hingga sembuh. Pihak katering mengaku merasa bersalah, namun pihak katering yang tinggal di Baran 1 Kecamatan Meral tersebut sama sekali tidak menyangka, karena hal yang sama terjadi terhadap kedua anaknya. Sementara dari pihak korban meminta pertanggung jawaban karena tidak semua pihak korban memiliki kemampuan dalam perekonomian.” terang Badawi.

Badawi mengatakan, kejadian yang diduga tidak dengan ketersengajaan ini akan terus menjadi pantauannya.

“Kita sudah meminta pihak pembuat makanan tersebut menyepakati secara tertulis untuk bertanggung jawab, kita akan lihat kurang lebih selama seminggu , jika dalam satu minggu pihak katering tidak melaksanakan itu, maka kita akan tindak lanjuti lagi. Kita baru bisa menyimpulkan bahwa kejadian tersebut bukan kejadian yang dilakukan secara sengaja, untuk mengetahui dari makanan apa asal racun tersebut, itu juga masih dalam penyelidikan kita.” tutup Badawi.

 

 

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva