Pejabat dan Honorer Yang Terlibat Jual beli Honorer Bunian Segera Masuk Kotak

Karimun, beritakarimun.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq menyatakan bahwa, jika nanti terbukti adanya honorer bunian yang diduga berasal dari SK product pejabat di kalangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Karimun, Bupati tidak segan-segan untuk mencopot jabatannya.

“Jika memang nantinya terbukti adanya pejabat pemerintah daerah yang memperjual belikan lowongan kerja sebagai tenaga honorer, tentunya kita akan melakukan tindakan tegas karena merupakan sindikat yang memperjual belikan suatu keputusan dan suatu kewenangan yang secara aturan bisa terkena sanksi pidana.” ungkap Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada beritakarimun.com.

Baca Juga: Tenaga Honorer Bunian Terus Beranak Pinak di Pemkab Karimun

Menurut Bupati, jika memang ada pelaku yang demikian, berarti pelaku tersebut memiliki sikap mental yang tidak baik.

“Saya kira akan berdampak pada persoalan hukum, kalau terbukti berarti pelaku memiliki sikap mental yang tidak baik, kalau sudah memiliki sikap mental yang tidak baik tentunya tidak pantas dipertahankan, karena tidak hanya hal tersebut yang dilakukan, bisa saja hal buruk lainnya juga akan dilakukan.” ujar Bupati.

Selain Oknum pejabat Karimun, Informasi yang beredar, oknum honorer di kecamatan dan kelurahan juga terlibat bermain jual beli lowongan kerja honorer, Tidak tanggung-tanggung untuk satu kepala para pelaku meminta uang kepada honorer bunian sebesar 25 juta hingga 40 juta rupiah sesuai penempatan yang ada.

Informasi yang diterima tim beritakarimun.com Bupati Karimun telah mengantongi nama oknum pejabat serta beberapa nama oknum tenaga honorer dilingkungan Kecamatan dan kelurahan yang terlibat ikut jual beli tenaga honorer.

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva