Merasa di Fitnah, Kajari Karimun Curhat di Pemusnahan Ballpres

Karimun, beritakarimun.com – Merasa di difitnah, Kepala Kejaksaan Negeri Karimun meluapkan emosinya didepan para tamu undangan pada saat acara pemusnahan ribuan karung ballpress di Kawasan Sei Bati Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, Selasa (18/07) siang.

“Saya berharap ada yang senantiasa menyempatkan waktu untuk menyaksikan pemusnahan yang kita selenggarakan ini, bukannya apa apa, kami sudah sering sekali di fitnah di sini, beberapa waktu lalu ada yang mengirimkan surat kaleng yang menyatakan bahwa pihak Kejaksaan bermain dengan menjual barang bukti berupa Ballpress, kami sudah menyampaikan kepada pimpinan, namun pimpinan sudah tidak heran karena juga pernah difitnah saat ingin melakukan kegiatan olah raga ke sini.” ungkap Kajari Karimun, Selamat Sentosa saat memberi sambutan sebelum melakukan pemusnahan ribuan ballpress di Kawasam Tebing yang tidak jauh dari SMP Negeri 2 Tebing Binaan Karimun.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Karimun Musnahkan Ribuan Ballpres

Kajari mengungkapkan, tak hanya itu saja, pihaknya juga sempat pernah difitnah meminta-minta proyek ke sana-sini.

“Saya pusing juga menjadi Kajari di sini, baru setahun saya menjabat, banyak sekali fitnah disini, selama 5 tahun saya menjabat di Kalimantan saya tidak pernah difitnah-fitnah seperti ini. Tim TP4D kita sampai difitnah minta-minta proyek ke sana-sini. Saya tidak pernah menyuruh anak buah saya untuk melakukan hal seperti itu. Saya tegaskan bahwa apa hal-hal yang difitnahkan terhadap kami itu tidak benar.” tegas Selamat Sentosa.

Selamat mengaku bahwa barang bukti yang dititipkan di Gudang Bea Cukai Kepri sengaja dipindahkan oleh anak buahnya karena memang sudah penuh dan mau direnovasi.

“Barang bukti memang sudah lama dikeluarkan dari gudang BC, karena gudang BC sudah penuh dan pada waktu itu mau direnovasi, mereka sudah susah payah mengeluarkan dana dengan uang mereka sendiri untuk menyewa gudang, saya berharap bagi orang yang memfitnah kita semoga dibukakan hatinya oleh Allah SWT agar berhenti memfitnah, karena fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.” tutup Selamat.

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva