Pasca Kaburnya Tahanan Imigrasi, FSPMI Karimun Minta Pengawasan Tenaga Kerja Asing Diperketat

Karimun, beritakarimun.com – Akibat banyaknya pengangguran di Karimun usai pengurangan pekerja di PT. Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) , Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cabang Tanjung Balai Karimun, Muhammad Fajar meminta pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) diperketat, jangan sampai TKA baik yang legal bahkan ilegal diberi kesempatan sehingga berpotensi merugikan tenaga kerja lokal.

Hingga saat ini, terdapat ribuan pekerja Karimun yang menganggur akibat pengurangan pekerja di PT. Saipem usai penyelesaian proyek Jangkrik yang memproduksi pengeboran gas bumi terbesar dengan nilai Rp40 triliun atau setara dengan USD 4 miliar yang memiliki bobot sekitar 400 ton dan akan digunakan untuk pengeboran gas di Muara Bakau, Kalimantan Timur. Hal tersebut membuat para tenaga kerja lokal yang saat ini banyak menganggur  mewanti-wanti agar jangan sampai ada tenaga kerja asing baik yang legal maupun ilegal dapat meraih kesempatan yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

Baca Juga: 1700 Pekerja Saipem di Rumahkan, Ini Kata Bupati Karimun

“Jangankan tenaga kerja asing ilegal yang tidak memiliki izin kerja atau izin tinggal, tenaga kerja asing yang legal sekalipun inikan harus dilihat juga, jangan mentang mentang perusahaan butuh trus serta merta diperbolehkan begitu saja masuk ,karena masuknya tenaga kerja asing ini tidak mudah ada ketentuannya, tidak sembarang pekerjaan yang bisa mereka kerjakan, aturan awalnya itu mereka didatangkan hanya untuk pekerjaan tertentu seperti ada teknologi baru, karena orang kita tidak bisa mengerjakan, menggunakan dan mengoperasikan didatangkan mereka dengan catatan didampingi dengan maksud sebagai ahli tekhnologi, nah ketika tehnologi itu sudah dikuasai mereka wajib pergi. Tapi sekarang yang terjadi tidak seperti itu, bahkan pekerjaan yang bisa kita kerjakan, itu juga dikerjakan oleh mereka. Kita sendiri disini kesulitan mencari kerja, dari luar kota serta negara luar kok kelihatannya mudah sekali masuk ke Karimun, bahkan sampai ada TKA yang tidak memiliki izin tinggal dan bisa bekerja.” ungkap Fajar.

Baca Juga: Tahanan Imigrasi Karimun Asal Singapura Kabur, Ini Fotonya!

Menurut Fajar, dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya meminta agar Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Karimun selalu diawasi, sehingga kesempatan atau peluang yang seharusnya bisa didapatkan oleh tenaga kerja lokal tidak jatuh ke tangan Warga Negara Asing.

“Kita berharap Disnaker bisa mengawasi TKA di Karimun, selain itu pihak Imigrasi juga kita harapkan serius dan memperketat keluar masuknya WNA di Karimun, jangan sampai WNA tersebut bisa bekerja semena-mena tanpa mengikuti peraturan yang berlaku, apalagi pernah terdengar bahwa ada WNA yang tidak memiliki izin tinggal namun bisa bekerja pulak di Karimun, bahkan sempat ada yang kabur dari tahanan dua bulan lalu, tolong diawasi dengan benar, jangan sampai dia malah menjadi tenaga kerja yang berpotensi merugikan tenaga kerja kita, yang legal aja kita persoalkan apalagi yang ilegal, tenaga kerja kita banyak yang kesulitan soalnya.” tegas Fajar.

Reporter   : Nichita Bella
Editor        : Codet Carladiva