Pelayanan Perawat RSUD Muhammad Sani Karimun Kembali Jadi Buah Bibir di Sosial Media

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Akibat banyaknya perawat yang kurang bertutur kata yang santun, Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani dari dulu hingga sekarang dinilai selalu memiliki pelayanan yang buruk oleh masyarakat Kabupaten Karimun.

Ambisi dari Almarhum Haji Muhammad Sani mantan Gubernur Kepri, yang bersikeras mendirikan sebuah rumah sakit berstandar internasional di Karimun pada saat beliau menjabat sebagai Bupati di Karimun, namun peninggalan yang diharapkan menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik, kini tidak mendapat dukungan dari para perawat yang selalu merusak nama baik dari rumah sakit tersebut.

Salah seorang netizen yang merupakan masyarakat Kabupaten Karimun menggunakan nama profil “Karimun belanja” sempat kesal dan melimpahkan emosinya kepada akun facebook miliknya karena mendapat pelayanan yang buruk dari perawat yang berada di RSUD M Sani.

“Nyaketkan hati betanye same perawat RSUD Karimun, ditanya baek-baek malah jawab nye ketus, macam mintak makan pulak sama dia. Memang pelayanannya nol besar, buat kita emosi, nanti kalau dia yang dah terkapar digitukan juga nanti.
Macam mana masyarakat Karimun mau berobat disini, pelayanannya Allah aja yang tau.” ungkap netizen pemilik akun Facebook Karimun Belanja.

Postingan yang mendapatkan sebanyak 223 like dan 73 komentar tersebut membuat 20 an para netizen lainnya ikut meluahkan kekesalan kepada perawat yang ada di RSUD M Sani karena pernah merasakan kekesalan yang sama.

“Memang betul say , kemarin aja aku tumbng dibawa ke RSUD itu lah , masak iya perawatnya ngomong kalau aku nya purak-purak sakit aja, kalau aku tak sedang kesakitan udah aku maki si sombong itu. ” ungkap pemilik akun Julii nurliiyaanii membenarkan status yang diposting oleh Karimun Belanja.

Tak hanya itu, netizen bernama Sanjez Shinta yang juga pernah membawa anaknya ke RSUD M Sani juga tak ketinggalan menceritakan pengalamannya yang tidak menyenangkan.

“Iya kak, kemaren juga anak saya di rawat disana, hampir meninggal, masak anak udah biru badannya kirain udah meninggal dibilang kita sok kepanikan, padahal jelas-jelas anak tu udah meninggal. Emang suster-suster kurang ajar semua.” ujar pemilik akun Sanjez Shinta.

Pemilik akun Tari Frans juga menceritakan pengalamannya hingga kehilangan nyawa anaknya.

“Betul tu kak, saya pun pernah dulu waktu anak saya sakit sampai meninggal, orang de macam tak punye hati.” ungkap Pemilik Akun Tari Frans.

Reporter   : Nichita Bella
Editor        : Codet Carladiva