1700 Pekerja Saipem di Rumahkan, Ini Kata Bupati Karimun

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak 1700 tenaga kerja lokal yang ada di Karimun telah dilakukan pemutusan kontrak kerja oleh sebuah perusahaan bernama  PT.Saipem Indonesia Karimun Branch (SKIB). Selasa (11/7)

Bupati karimun Aunur Rafiq telah memberikan informasi bahwa PT Saipem akan terus melakukan pengurangan tenaga kerja kontrak yang bekerja di perusahaan tersebut, kabarnya pemutusan kontrak kerja tersebut akan berlangsung hingga bulan Agustus 2017,dan saat ini yang bekerja hanya sekitar 2000 orang saja.

“Hingga agustus nanti diperkirakan tenaga kerja yang tersisa di SIKB sekitar 2000 pekerja,” ujar Rafiq usai pelaksanaan Upacaran HUT bhayangkara yang ke 71 Tahun, Senin (10/7)

Rafiq juga mengatakan bahwa pihak Pemkab Karimun telah menyampaikan kepada management SIKB agar karyawan lokal kelahiran karimun tetap harus tetap dipertahankan.

Pengurangan dan pemutusan kontrak kerja ini terjadi dikarnakan satu proyek besar yang ada di Saipem yaitu Proyek Kaombo telah hampir selesai dan hanya tersisa satu proyek lagi yaitu BP tangguh, hanya saja proyek BP tangguh tidak sebesar proyek-proyek sebelumnya yang ada di Saipem,maka dari itu hanya bisa menampung sedikit tenaga kerja saja,akan tetapi PT saipem merupakan perusahaan jasa yang mengerjakan proyek dari suatu perusahaan lain.

Terkait tentang lapangan pekerjaan lain yang ada di karimun,  Rafiq mengatakan jika proyek  yang ada di Pulau Asam telah beroperasi,  dan bisa menampung sekitar 6000 pekerja, hal ini dapat menjadi solusi atas pengurangan tenaga kerja oleh PT.SIKB yg mengakibatkan tingginya tingkat penganguran yang ada di Karimun.

Reporter   : Putri Permata Sari
Editor        : Codet Carladiva

Bagaimana Menurut Anda?

comments

Sebarkan: