Dipangkas Rambutnya, Tiga Waria Tukang Pijat Online di Karimun Nangis Histeris

Karimun, beritakarimun.com – Tiga Waria yang melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap Triwardana di Kamar Hotel 121 Wisma Lika, Sabtu (10/6) lalu. Akhirnya diberi efek jera oleh jajaran Polsek Balai Kota dengan memotong rambut ketiga Waria tersebut.

Saat dipotong rambutnya oleh petugas Polsek Balai Kota, ketiga waria tersebut menangis histeris meronta-ronta meminta kepada pihak petugas agar tidak memotong rambutnya,konon menurut ketiga waria tersebut rambut mereka adalah mahkotanya dalam berperan menjadi seorang wanita.

Ketiga Waria yang diketahui bernama Yanto Wahyudi, Gunawan, Kino Riski itu diamankan oleh pihak kepolisian karena telah melakukan penganiayaan terhadap Triwardana, sehingga mengakibatkan luka sobek dibagian pelipis atas mata kiri korban dan luka robek dengan 17 jahitan.

Baca Juga: Hati-Hati! Banci Berkedok Cewek Cantik di “We Chat” Pijat Karimun

“Selain dikenakan pidana tentang tindak pidana Pasal 170 KUHP, kita juga melakukan pemotongan rambut kepada ketiga waria tersebut. Ini kita lakukan agar mereka sadar dan ingat jati diri mereka sebenarnya, itu juga salah satu cara membuat efek jera terhadap mereka. Menjadi waria itu boleh-boleh saja itu hak seseorang, akan tetapi kalau sudah melakukan fisik pemukulan atau menganiayaan itukan sudah menganggu kenyamanan masyarakat, ujar Kapolsek Balai Kota, AKP Lulik Febyantara, Kamis sore (15/6).

Lulik mengatakan, atas perbuatan mereka tersebut, dalam Undang-undang tindak pidana pada Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan atau pengeroyokan dan barang siapa Terang-terangan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

“Perkara itu lanjut sesuai pasal 170 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Nanti kita monitor bersama-samalah, dari jaksa dan pengadilan kena berapa. kita masih lengkapi berkasnya,” ungkap Lulik.

Reporter   : Riandi
Editor        : Codet Carladiva