17 Pembalap Liar Pulau Buru di Tangkap Polisi, Inilah Hukumannya

Buru, beritakarimun.com – Akibat meresahkan masyarakat, 17 remaja Pulau Buru diamankan pihak Polsek Buru  Karimun pada saat melakukan aksi balapan liar, di Jalan Bukit Mencali Keluruhan Lubuk Puding depan Kantor Camat Buru, Minggu (4/5) dinihari.

“Pengamanan ini dalam rangka melaksanakan Operasi Cipta Kondisi di wilayah Polsek Buru, pengamanan yang kita lakukan berawal dari laporan masyarakat sekitar yang sangat resah dengan aksi remaja-remaja saat melakukan balapan dengan menggunakan sepeda motor tengah malam.” ungkap Kapolsek Buru, Iptu Bakri kepada beritakarimun.com.

Menurut Bakri, pada malam sebelumnya, pihaknya sudah berupaya melakukan pengamanan di lokasi yang sama, namun pada waktu itu pihaknya gagal melakukan pengamanan.

“sehari sebelumnya, kita sempat melakukan pengamanan, namun rencana yang kita lakukan gagal, karena para remaja yang biasanya trek-trekan disini berhasil kabur. Oleh karena itu kita pantau lagi keesokan harinya, dan alhamdulillah aksi mereka bisa kami kepung, kita dapatkan 12 buah kendaraan roda dua yang  digunakan 17 remaja untuk balapan.” ungkap Kapolsek Buru, Iptu Bakri.

Sebagai hukuman, Polsek Buru memerintahkan para remaja tersebut untuk mendorong motornya hingga jarak tempuh 500 meter.

“Kita berikan mereka hukuman dengan cara mendorong motor tersebut dari lokasi pengamanan di depan kantor Camat buru menuju Polsek Buru, sekira 500 meter dari lokasi,” ujar Bakri

Bakri mengatakan, 17 remaja tersebut langsung didata identitasnya dan kemudian diberikan pembinaan. Sedangkan barang bukti berupa sepeda motor diamankan di Polsek Buru dan diambil setelah orang tua korban datang dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang sama kembali.

“Kita minta orang tua mereka datang dan menandatangani surat pernyataan. Selain itu, apabila ingin mengambil sepeda motor kita perintahkan agar melengkapi kelengkapan kendaraan terlebih dahulu baru boleh dibawa pulang,” ujarnya

Bakri menghimbau kepada orang tua bisa mengawasi anak- anaknya karena kegiatan tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Reporter   : Nichita Bella
Editor        : Codet Carladiva