Ketua IDI Karimun Angkat Bicara Soal Korupsi Puskesmas Moro

Karimun, beritakarimun.com – Aksi penggeledahan oleh Tim Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro terhadap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Rabu (31/5) lalu, kini di tanggapi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Karimun.

“Saya belum dapat kejelasan terkait penggeledahan tersebut. Saya hanya sepintas mendengar beritanya, cuma hari Senin depan (5/6) kita akan coba cek langsung lewat bidang terkait.” ungkap Ketua IDI, Dr Firmansyah saat dihubungi via telfon, Sabtu (3/6).

Baca Juga: Diam-Diam Puskesmas Moro di Geledah Kejaksaan

Firman mengatakan, pihaknya belum bisa berkomentar banyak sebelum mendapatkan kejelasan yang pasti.

“Untuk berkomentar lebih banyak sepertinya saya belum bisa, karena saya belum tau kasusnya seperti apa. Saya hanya dapat info tentang penggeledahannya saja. Namun kita tetap berharap anggota kita tidak terjadi apa-apa, tetapi jika memang sudah terbukti pun kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa.” ungkap Firman.

Firman mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam terkait penggeledahan tersebut.

“Tentunya kita tidak akan tinggal diam, karena bagaimana pun tetap anggota kita, kita akan pelajari sejauh mana kasus beliau, jika masih bisa disuport kita akan suport semampu kita, namun tidak terlepas dari koridor hukum. Tetapi jika memang terbukti, memang itu namanya tanggung jawab pribadi, memang harus dipertanggung jawabkan secara hukum. Kita juga akan mendukung pihak yang berwajib tentunya, apalagi kalau syarat pelaksanaan hukun tersebut sudah sesuai dengan aturan, sudah transparan serta memenuhi bukti-bukti secara hukum.” ujar Firman.

Baca Juga: Praktek Korupsi di Puskesmas Moro Karimun Akhirnya Terungkap

Seperti yang diketahui sebelumnya, penggeledahan secara mendadak yang melibatkan delapan orang petugas kejaksaan kecamatan moro itu terjadi akibat adanya laporan masyarakat terhadap terbatasnya peralataan, obat-obatan dan kurangnya pelayanan puskesmas dikecamatan moro.

Puskesmas moro  merupakan Fasilitas kesehatan Tingkat pertama yang menerima dana JKN Kapitasi dari BPJS setiap bulan sebesar Rp. 50.000.000,- s/d 55.000.000,- dari BPJS batam.

Kuat dugaan dari pihak kejaksaan dana tersebut disalahgunakan oleh Kepala Puskesmas Moro dr. Ridwan Cs dan Ade Agus Suwarman, Am.K selaku Bendahara Kapitasi.

“Dari hasil penyidikan, penyidik menemukan beberapa perbuatan melawan hukum yang dilakukan dr.Ridwan dan Ade Agus Suwarman, Am.K, Antara lain invoice fiktif apotik, nota palsu, daftar penerimaan jasa medis palsu, Spj perjalanan dinas fiktif, yang intinya SPJ JKN kapitasi dari januari 2015 s.d desember 2016 direkayasa oleh tersangka Ridwan dan Ade, perhitungan sementara Penyidik menemukan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dari total dana JKN Kapitasi Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah).Ujar petugas kejaksaan yang tidak mau disebutkan namanya.

Kini pucuk pimpinan Puskesmas Kecamatan Moro telah ditetapkan kejaksaan Tanjung Balai Karimun Kecamatan Moro sebagai Tersangka Korupsi.

Reporter   : Nichita Bella
Editor        : Codet Carladiva