Setelah Terjaring OTT, Pantai Pongkar Yang Biasa Bersih Jadi Kumuh

Karimun, beritakarimun.com – Usai Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap karcis atau tiket masuk di kawasan wisata yang terletak di dua tempat yakni Pantai Pelawan Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat dan Pantai Pongkar Desa Pongkar Kecamatan Tebing beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Daerah.

Pasalnya, usai Operasi OTT yang dilakukan tim Saber Pungli, kedua loaksi wisata tersebut tampak tidak terawat dan kotor.

Selain itu, pengunjung kedua tempat wisata itu juga turun drastis alias sangat sepi.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengimbau agar perangkat desa setempat agar segera mengambil alih pengelolaan lokasi wisata yang ada di daerah tugas mereka itu. Karena lokasi wisata tersebut merupakan aset yang semestinya dikelola oleh desa itu sendiri.

“Semestinya pemerintah desa langsung mengambil alih sebagai pengelola. Karena terbengkalai lokasi wisata itu karena tidak ada pengelolanya,” Ujar Rafiq yang ditemui dalam kegiatan safari Ramadan di Masjid Raudhatul Mushallin, Jumat (2/5).

Selain itu, Rafiq juga menyampaikan agar perangkat desa segera melakukan pembahasan terkait pengelolaan lokasi wisata. Sesuai dengan otonomi desa, pemerintah desa dapat membuatkan Kepdesnya sebagai acuan pengelolaan.

“Jadinya objek wisata menjadi aset desa. Tapi berdasarkan Kepdes,” ujar Rafiq.

Rafiq menambahkan, dengan adanya Kepdes yang mengatur pengelolaan, nantinya hasil dari lokasi wisata akan masuk ke dalam APBD desa yang bisa digunakan untuk pembangunan atau kemajuan desa itu sendiri. Jadinya, pengelolaan yang sebelumnya tanpa ada dasar dapat memiliki kekuatan hukum dengan adanya Kepdes.

“Dapat dikelola dan menjadi pemasukan untuk desa. Pemerintah daerah akan membantu mendorong agar permasalahan ini segera selesai,” Ujar Rafiq.

Sementara itu, Halim salah satu warga Pongkar mengatakan akibat dari kejadian tersebut pantai pongkar tidak lagi terurus dan sangat kotor dengan sampah.

“Pantai pongkar sejak kejadian yang disangkakan pungli sampai saat ini dilarang pungut tiket masuk, akibatnya sampah berserakan dimana-mana,petugas kebersihan pantai berhenti kerja karna tidak ada biaya,” Ujar Halim kepada beritakarimun.com.

Halim berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan kepastian izin untuk Pantai Pongkar membuka kembali seperti sedia kala.

Reporter   : Riandi
Editor        : Codet Carladiva