Tiga Warga Negara China diamankan Pihak Imigrasi Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun berhasil amankan tiga warga negara asing berkebangsaan China di Perumahan Griya Blok A1, Jalan Letjend Suprapto Kelurahan Sungai Raya  Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Selasa (9/5).

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, Berti Mustika mengatakan, atas upaya penyelidikan, pihaknya berhasil mendapatkan tiga orang warga negara China yang bekerja di Indonesia yang tidak menghormati dan mentaati peraturan perundang-undangan Republik Indonesia.

“Kita berhasil mendapatkan tiga orang asing yang berasal dari Negara China, awalnya menurut intelijen kita, hanya ada dua orang target yang kita incar, ia bekerja di salah satu perusahaan Dewa Dewi yang bergerak dibidang Agen Travel di Ruko Raffles City Blok A Kota Batam atas nama Li Jianhua (48 tahun) dan Liu Aimin (42 tahun), mereka menggunakan Visa tinggal terbatas yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.” ungkap Berti kepada beritakarimun.com, Jumat sore (12/5).

Berti mengatakan, setelah pihaknya mendatangi alamat yang diduga ditempati oleh target yang mereka incar, ternyata ada satu orang warga negara asing lagi yang juga berasal dari Negara China.

“Setelah kita datangi perumahan Griya Blok A 1 di Kelurahan Sungai Raya Kecamatan Meral tersebut, ternyata ada satu orang lagi yang juga berasal dari Negara China atas nama Feng Shaonian (59 tahun). Dia menggunakan izin tinggal kunjungan, dan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dengan sponsor yang tertera di Visa yaitu PT. Inti Jaya Garden yang ternyata dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang perusahaan tersebut.” ujar Berti.

Menurut Berti, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ke tiga warga negara asing ini diduga hanya merupakan korban dari seorang pelaku yang sudah dikantongi namanya oleh pihak Imigrasi.

“Menurut penyelidikan, mereka bertiga baru tiga hari tinggal diperumahan tersebut, tujuan mereka ke Karimun diduga untuk melakukan Project Kerja, pelaku utamanya atas nama Iwan Kurniawan sudah kita hubungi, namun dirinya mengaku sedang berada di Jakarta. Kita akan terus menggiring si pelaku utama yang diketahui merupakan pengusaha Karimun untuk memberikan keterangan terhadap tiga orang asing asal China tersebut yang diduga merupakan tanggung jawabnya.” jelas Berti.

Berti juga mengatakan, pihaknya mendapatkan kedua perusahaan tersebut yang keabsahannya masih sangat diragukan, untuk PT. Dewa Dewi saat diperiksa, pihak perusahaannya sangat tidak kooperatif, sedangkan untuk PT. Inti Jaya Garden hanya ada plang nama perusahaannya saja, namun untuk perusahaannya masih belum diketahui.

“Langkah kita kedepan tentunya tetap konsen untuk melakukan pengawasan, karena setelah dilihat, project yang mereka kerjakan masih belum matang. Takutnya semakin matang Project tersebut, maka semakin banyak pula mereka merekrut pekerja asing yang belum tentu mengikuti prosedur perundang-undangan.” tegas Berti.

Dalam hal ini, tindakan yang diambil selanjutnya ialah pihak Imigrasi akan melakukan pembatalan izin tinggal, pendetensian dan pendeportasian terhadap ke tiga korban tersebut setelah mendapatkan izin dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri. Memasukkan korban kedalam daftar tangkal atau Blacklist. Sementara terhadap perusahaan yang menjamin akan diusulkan ke Direktorat Jendral Keimigrasian untuk diberikan sanksi agar tidak lagi menjaminkan orang asing yang akan melakukan kegiatan di Indonesia.

Reporter   : Nichita Bella
Editor        : Codet Carladiva