Hati-hati! Pukul Istri Bisa Masuk Hotel Polisi

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Terlibat dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Andry (45) warga Desa Pongkar, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, ditangkap Buru sergap Satreskrim Polres Karimun, senin malam (10/3). Pelaku dijemput polisi di rumah ibu kandungnya di kawasan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, setelah mendapat laporan dari Maryana (36) yang tak lain istri pelaku.

Dihadapan polisi, senin malam (10/4) pelaku yang hendak dibawa anggota Satreskrim Polres Karimun sempat mengelak dan membantah telah melakukan tindakan kekerasan terhadap sang istri, Namun pelaku Andry tidak berkutik ketika bukti pendarahan dikepala korban akibat tindak kekerasan yang dilakukannya.

Dalam laporan polisi LP-B / 34 / IV / 2017 / Kepri / SPK – Res Karimun tanggal 11 April 2017, korban Maryana datang ke kantor polisi didampingi keluarganya.

Menurut Maryana perisitiwa naas yang menimpa dirinya itu terjadi senin malam (10/4), ketika itu ia mendatangi pelaku dirumah ibu kandungnya dibilangan Teluk Uma untuk menanyakan tuduhan fitnah terhadap dirinya.Korban pun tak menyangka pertemuan itu pun berakhir dengan pemukulan terhadap dirinya hingga membuat kepala korban mengalami pendarahan dikepala.

Melihat adanya pendarahan dikepala , Pelaku sempat panik ketakutan dan mengambil kain untuk membersihkan pendarahan dikepala korban. , Namun korban pun langsung berlari dan langsung melaporkan ke pihak polisi.

Dihadapan polisi korban mengatakan jika pelaku kerap memperlakukannya dengan kasar, selain itu pelaku juga sudah terbilang enam bulan pergi meninggalkannya tanpa kabar dan tidak memberi nafkah .

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Dwi Hatmoko Wiraseno membenarkan kasus KDRT yang terjadi senin malam (10/4).

“Kejadian tersebut bermula saat korban mendatangi rumah orang tua Andry yang berada di Teluk Uma untuk menanyakan status hubungan rumah tangganya. Tiba-tiba Andry menekan kepala ML hingga terjatuh ke lantai dan memukuli Maryana hingga mengakibatkan luka di kepala bagian kanan” Ujar Dwi.

Dwi juga mengatakan, pihaknya masih terus memproses laporan tersebut. Pihaknya saat ini juga masih memperiksa saksi saksis dari keluarga Maryana. Atas perbuatannya, Andry dikenakan Pasal 44 ayat (1), ayat (4) UU 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Sampai hari ini kasus KDRT tersebut masih proses pemeriksaan, kita sudah datangkan saksi dari keluarga korban. Untuk pelaku masih kita amankan di Polres Karimun. Kasus ini akan kita proses sampai tuntas, tetapi butuh waktu,” Ungkap Dwi, Saat dikonfirmasi beritakarimun.com via telephone, Rabu sore (13/4).

Kini, Akibat dari perbuatannya, sang pelaku Andry menangis-nangis usai dimasukan ke penjara dan memohon-mohon kepada istrinya yang telah ditinggalkan enam bulan tanpa kabar untuk segera menarik laporan pengaduan polisi tersebut. Bagaimana nasib pelaku?Apakah ditarik laporan oleh korban?

 

Reporter : Violla  l  Riandi