Tiga Bulan Lurah Sei Raya Tak Masuk Kerja, Warga Lapor Bupati

Karimun, beritakarimun.com – Masyarakat Kelurahan Sei Raya keluhkan tidak aktifnya Lurah Sei Raya Kecamatan Meral sejak dilantik tanggal 4 Januari 2017 lalu hingga sekarang , mereka meminta Bupati Karimun memberi tindakan tegas agar masyarakat tidak seperti kehilangan induk.

“Saat ini kami seperti kehilangan induk, masyarakat banyak yang mengeluh dan bertanya kepada saya, mana pak Lurahnya, Sejak dilantik awal bulan lalu hingga saat ini, tidak pernah kelihatan,” ungkap Ketua RW 03 Kelurahan Sei Raya Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Jamaludin kepada Bupati Karimun saat season tanya jawab pada acara penyerahan insentif RT dan RW se-Kecamatan Meral, di gedung serbaguna Kantor Lurah Sei Raya, Jumat (7/4).

Jamal meminta kepada Bupati Karimun agar memberikan solusi terkait pertanyaan masyarakat tentang dimana keberadaan Lurah tersebut.

“Kami berharap diselesaikan pak Bupati, masyarakat bertanya-tanya, saat ke Kantor Lurah, yang ada hanya sekretaris lurahnya saja yang selalu mewakili, pak Lurahnya tak pernah ada.” tegas Jamaludin.

Bupati Karimun Aunur Rafiq langsung memberikan solusi terhadap masalah Lurah Sei Raya yang hingga saat ini tidak masuk kerja.

“Lurah Sei Raya Kecamatan Meral, yaitu saudara Taufik Ramdhani sudah pernah menyampaikan ke saya untuk melanjutkan pendidikannya, hal ini akan segera kita tindak lanjuti,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Bupati Rafiq juga mengatakan, masalah tersebut memang tidak boleh dibiarkan terlalu lama, karena peran seorang Lurah memang penting.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama, secepatnya kita akan ganti Lurah yang baru, SK pergantiannya akan diterbitkan Senin depan. Mudah-mudahan hari Selasa depan kita bisa lantik Lurah yang baru,” ujar Bupati.

Sementara, menurut Sekretaris Lurah Sei Raya Kecamatan Meral, Martin mengatakan, semenjak seminggu setelah dilantik, Lurah Sei Raya pernah menyampaikan ke dirinya bahwa akan melanjutkan pendidikannya.

“Beliau sudah sampaikan ke saya bahwa akan melanjutkan pendidikan S2 nya di Bandung. Selama tidak ada pak Lurah, tidak terlalu banyak kendala yang terjadi, hanya saja pelayanan terhadap permasalahan tanah yang menjadi kendala, yang memang sangat membutuhkan peran Lurah.” ungkap Martin.

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva