Pemda Karimun Akan Tanggung Penderita Penyakit Tuberkulosis Kurang Mampu

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pemerintah Kabupaten Karimun akan menanggung biaya ronsen untuk masyarakat kurang mampu agar melakukan pengecekan bagi yang menderita penyakit menular Tuberkulosis (TB) yang dapat menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya seperti selaput otak, kulit dan tulang.

“Jika ada ditemukannya berbagai indikasi ketidak mampuan masyarakat kita yang terindikasi terkena penyakit TB, dan kurang mampu untuk melakukan pengecekan dengan ronsen yang biayanya cukup mahal, saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan takut dan bimbang, kami selaku pemerintah daerah, akan bertanggung jawab membiayai pengecekan tersebut.” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq, Sabtu (01/04).

Bupati mengatakan, dalam tahun ini, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Karimun yang terindikasi terkena penyakit menular tersebut.

“Tahun ini kita lakukan pendataan, setelah terdata yang positif terkena penyakit TB , kita berikan dorongan serta kita kawal untuk melakukan pengobatan dengan rutin dan teratur, sehingga penyembuhan yang dapat diperoleh dalam waktu enam bulan itu, dapat kita rasakan pada tahun 2018 nantinya. Tentunya kita sangat berharap, ditahun 2018 masyarakat Kabupaten Karimun benar-benar bebas dari penyakit TB yang berbahaya itu.” ujar Bupati.

Baca Juga: Banyak Masyarakat Karimun Menyembunyikan Penyakit Tuberkulosis Dari Pemerintah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi juga mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat dapat terbantu dalam masalah pembiayaan, pihaknya akan memberikan keringanan kepada masyarakat Kabupaten Karimun yang sudah terdata di Dinas Sosial yang berhak mendapatkan pertolongan tentunya.

“Selain program ketuk pintu yang kita lakukan untuk menemukan penderita batuk yang berkepanjangan atau TB itu, kita juga memberi solusi kepada masyarakat yang terindikasi terkena penyakit TB yang enggan melakukan pengobatan dikarenakan biaya, kami akan mencarikan solusi. Seperti halnya mendaftarkan keluarga yang sebelumnya memiliki kartu BPJS Mandiri, akan kita daftarkan ke BPJS yang dibiayai oleh pemerintah daerah, yang tentunya melalui Dinas Sosial. Sehingga dapat sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat itu sendiri.” ungkap Rahmadi.

Rahmadi berharap, pihaknya dapat memperoleh temuan penderita penyakit TB tersebut sebanyak mungkin, sehingga nantinya tidak ada lagi penderita TB yang tersisa. Dengan demikian, penderita TB di Karimun dapat perlahan kita obati.” tutup Rahmadi.

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva