Banyak Masyarakat Karimun Menyembunyikan Penyakit Tuberkulosis Dari Pemerintah

sebarkan:

Karimun, beritakarimun.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq menargetkan Kabupaten Karimun akan bebas dari penyakit menular Tuberkulosis (TB) pada tahun 2018 mendatang. Pihaknya berupaya untuk terus memantau sehingga masyarakat Karimun bisa terus cerdas dengan kondisi yang sehat.

“Saya sangat apresiasi kepada ibu-ibu para kader yang melakukan program ketuk pintu yang diamanatkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk mencari dan mendata masyarakat yang terkena penyakit TB. Ini merupakan semangat yang luar biasa, dari 1400 rumah yang ditargetkan, namun ibu-ibu kader berhasil melakukan ketuk pintu sebanyak 1600 rumah.” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq, dalam sambutannya pada peringatan hari TB sedunia, di Coastal Area, Sabtu (1/4).

Menurut informasi yang diraihnya, Rafiq mengatakan ada temuan kantong TB di dua titik kelurahan yang mengkhawatirkan.

“Menurut informasi, ada beberapa daerah TB yang terbilang tinggi dan mengkhawatirkan, yaitu di Kelurahan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun dan Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral. Tentunya kita akan selalu mengambil tindakan sehingga yang sudah terdata positif terkena TB, dapat kita dorong untuk berobat secara disiplin, agar ditahun 2018 kita bisa menjadikan daerah Kabupaten Karimun bebas dari penyakit TB.” tegas Bupati.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi mengatakan, selain Kader TB-HIV Aisyiyah Karimun yang menjalankan program ketuk pintu tersebut, pihaknya juga menugaskan seluruh Puskesmas sekabupaten Karimun untuk melakukan hal yang sama.

“Dari Dinas Kesehatan, kami juga menugaskan seluruh Puskesmas sekabupaten Karimun untuk melakukan ketuk pintu seperti yang di programkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga secara keseluruhan, program ketuk pintu yang kita capai sebanyak 2618 rumah.” ujar Rahmadi.

Rahmadi menambahkan, tentunya dalam program ketuk pintu ini, pihaknya dapat langsung mendata penderita penyakit TB di Kabupaten Karimun.

“Tentunya dengan program ini kita dapat mendata berapa banyak masyarakat kita yang ternyata menyembunyikan penyakit menular yang berbahaya tersebut. Sesuai dengan tema Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TB, dengan semangat menggencarkan cara Temukan  Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB.” tutup Rahmadi

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva