6 Anggota DPRD Kepri Bahas Soal Gaji Ratusan Honorer Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Tiga bulan tidak dibayar gaji ratusan guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) menjadi topik reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah, di gedung Cempaka Putih Pemkab Karimun,Kamis (30/03).

Dalam reses tersebut, Iskandar meminta agar para guru tidak dipersulit dalam masalah birokrasi dan administrasi, karena guru merupakan penyambung ilmu untuk generasi penerus bangsa.

“Untuk mengatasi persoalan yang dialami para guru honor tingkat SMA, APBD-P kita kan ada tunda salur, jadi saya sangat yakin hal ini terjadi karena kurangnya anggaran.” ungkap Ing Iskandarsyah.

Menurut Iskandarsyah, pihaknya harus mencari solusi agar para guru bisa merasakan kesejahteraan sebagaimana mereka yang telah mensejahterakan anak bangsa melalui ilmu yang mereka berikan.

“Salah satu solusinya bisa dengan cara penambahan anggaran pada APBD-Perubahan Kepri 2017. Jangan sampai para guru yang jasanya luar biasa, kita abaikan. Fokus reses kami ke Karimun ini adalah terkait wewenang pengelolaan SMA dari kabupaten atau kota ke provinsi yang hingga saat ini masih menyimpan masalah-masalah, terutama masalah gaji khususnya gaji guru tidak tetap (GTT) dari Januari sampai Maret 2017 yang belum dibayar,” ujar Iskandarsyah.

Menurut Iskandarsyah, pihaknya akan sesegera mungkin menyampaikan hal tersebut ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun, ia juga telah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah untuk  membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing kabupaten atau kota di Provinsi Kepri. Dengan adanya UPT tersebut, maka semua persoalan di sekolah tingkat SMA akan diatasi disana, sehingga makin memperpendek rentang kendali.

“Saya akan sarankan kepada Bapak Gubernur agar dibangun UPT Dinas Pendidikan di masing-masing Kabupaten atau kota di Kepri, sehingga semua persoalan menyangkut sekolah seperti pengurusan surat-surat dari pulau-pulau ke ibukota provinsi tidak susah lagi. Kebijakan membuat UPT ini cukup ditangan gubernur,  Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah terkait masalah ini.” katanya.

Dalam reses tersebut selain Iskandar hadir juga anggota DPRD Kepri dapil Karimun seperti Rocky Marciano Bawole,Raja Bakhtiar, Joko Nugroho, dr Yusrizal dan Eri Suandi.Keenam anggota DPRD Kepri dapil Karimun itu turun datang bertujuan membahas nasib para guru, Membuat Bupati Karimun Aunur Rafiq melalui Sekda Karimun Muhammad Firmansyah merasa senang, apalagi ada wacana dibentuknya UPT Dinas Pendidikan di Karimun yang dapat mempermudah para guru.

“Pembentukan UPT Dinas Pendidikan itu lebih bagus, malah suatu keharusan. Dengan begitu, akan memperpendek rentang kendali. Provinsi memang wajib atau harus membentuk UPT di masing-masing daerah yang memiliki kewenangan tentang pendidikan SMA. Kami akan selalu siap untuk membantu pembentukan UPT tersebut, agar para guru tidak terlalu sulit untuk mengurus segala administrasi.” tutup Firmansyah.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva