Koarmabar Berhasil Amankan Kapal Barang Illegal Tujuan Selat Singapura

sebarkan:

Batam, beritakarimun.com –  Komando Armada RI kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 yang berkedudukan di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung pinang, Kamis (23/3) mengamankan KM-Mega Sari yang diduga kuat akan melakukan transfer barang illegal di Selat Singapura.

Proses penangkapan KM Mega Sari bermula dari kecurigaan Unit-1 Jatanrasla WFQR-4 terhadap pergerakan kapal yang mencurigakan di tengah pelayaran yang melintasi jalur yang jarang di lewati kapal kayu.

Penangkapanan kapal KM.Mega Sari ini pada posisi 01° 09′ 686″ LU – 103° 59′ 556″ BT, tim menghentikan KM Mega Sari untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kelengkapan kapal dan muatan kapal.

Dari hasil pemeriksaan dokumen kapal oleh Tim WFQR-4, terdapat beberapa pelanggaran diantaranya kapal tidak layak berlayar di laut,sertifikat keselamatan konstruksi kapal barang tidak berlaku,sertifikat keselamatan perlengkapan kapal barang tidak berlaku, sertifikat garis muat kapal dan sertifikat keselamatan radio kapal barang tidak berlaku.

Menurut penjelasan Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S.Irawan, S.E mengatakan dari hasil pemeriksaan dokumen kapal, KM Mega Sari jenis kapal kargo kayu GT 29 berbendera Indonesia.

Kapal dengan ciri-ciri lambung kapal dan anjungan berwarna coklat di nakhodai oleh “UAS”
dengan 10 orang ABK dan menurut pengakuan ABK kapal tersebut milik “HP”warga Tanjungpinang,Kepulauan Riau.

Irawan juga menambahkan,selain dokumen kelengkapan kapal tidak lengkap,berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan oleh Tim WFQR-4 dengan pihak KSOP Batam,Surat Pemberitahuan Berlayar (SPB) yang ditunjukkan oleh nakhoda kapal diduga palsu.

“Berdasarkan pengakuan dari nakhoda, sedianya kapal akan berlayar dari Tanjung Sengkuang Batam menuju ke perairan selat Singapura, selanjutnya kapal melakukan *rendez-vous* (RV) di tengah laut dengan kapal kargo lainnya untuk melakukan transfer barang-barang illegal, modus seperti ini yang selalu mereka gunakan untuk mengelabuhi petugas di lapangan,” jelas Danlantamal IV.

Selain itu Irawan juga memerintahkan jajaran nya,untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkoba,nakhoda beserta seluruh ABK dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine.

Guna memastikan muatan kapal tersebut, Tim WFQR-4 melakukan penyisiran dengan anjing pelacak yang turut serta di lakukan oleh Unit K-9 Polisi Militer Lantamal IV .

Hingga kini kapal  KM Mega Sari dan seluruh ABK dibawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV unsur KAL Marapas telah dibawa dan sandar di dermaga Yos Sudarso Lantamal IV Tanjung pinang untuk proses hukum lebih lanjut”tutup Irawan.

Reporter : Agus Siswanto
Editor     : Codet Carladiva

Bagaimana Menurut Anda?

comments

Sebarkan: