DJBC Kepri Selamatkan 4000 Jiwa Generasi Muda Dari Narkoba

Karimun, beritakarimun.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil menegah KM. Kuala Kapias 1 GT.86 yang kedapatan membawa barang berupa 993,12 gram Ketamine yang disimpan di pipa PVC dengan dibungkus kertas di perairan Tukong, Selasa lalu (14/3).

Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya mengatakan, Selasa (14/3) sekira pukul 20:30 Wib. Kapal patroli BC-20003 melakukan pemeriksaan terhadap KM. Kuala Kapias 1 GT.86 berjumlah Lima orang yang di Nahkodai oleh S alias A, dari Port Klang Malaysia dengan tujuan Panipahan, dengan memuat jaring dan pelampung di perairan Tukong. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mencurigai Dua pipa PVC yang dibungkus kertas dan disembunyikan di dalam kamar ABK.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mencurigai Dua pipa PVC itu yang dibungkus kertas yang disembunyikan di dalam kamar ABK. Ketika ditanyai terkait pemilik barang tersebut, S alias A pun mengakuinya,” kata KaKannwil DJBC Khusus Kepri, Parjiya, Kamis (16/3). saat pers rilis.

Parjiya mengatakan, Kemudiam komandan Patla memerintahkan anggotanya untuk membuka pipa dengan digergaji. Setelah itu, didalam potongan pipa tersebut ditemukan kristal berwarna putih yang dicurigai sebagai NPP (Ketamine).

“Ketamine yaitu berupa serbuk putih yang biasa digunakan untuk farmasi, tetapi kalau digunakan berlebihan bisa berakibat ngeflay, berhalusinasi, dan menghayal. Dampaknya sama seperti orang yang mengkonsumsi narkoba,” ungkapnya.

Parjiya menambahkan, Setelah itu, kapal beserta ABK ditarik ke dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri, dilakukan koordinasi dengan Polres Karimun melakukan pengetesan bersama mengunakan narkotest, dan hasilnya barang yang ditemukan terbungkus didalam pipa PVC itu positif NPP jenis Ketamine.

“Dengan keberhasilan penangkapan ini, artinya kita sama menyelamatkan empat ribu jiwa generasi muda, bisa di bayangkan kalau sampai lolos dan beredar akan berakibat fatal,” ujarnya.

Atas kasus tersebut, tersangka akan dikenakan pasal 102, UU No.17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan kurungan 10 tahun penjara denda lima miliar rupiah. Dan melanggar pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009. Tentang Kesehatan, pasal 106 ayat 1. Dengan kurungan 15 tahun penjara, denda satu miliar lima ratus juta rupiah.

Reporter : Riandi
Editor     : Codet Carladiva