Anak Muda Karimun Pesta Obat Batuk Komix Hingga Tak Sadarkan Diri

Karimun, beritakarimun.com – Jajaran polsek Balai Kota Tanjung Balai karimun menjaring delapan pemuda dipinggir jalan Puakang dan Coastal Area, Minggu dini hari (5/3), Patroli yang dilakukan dalam rangka cipta kondisi diwilayah hukum Polsek Balai Karimun, tiga diantaranya tergeletak setengah sadar karena mengkonsumsi 30 sachet obat batuk cair.

Penyalahgunaan terhadap obat batuk komix secara berlebihan saat ini kian marak di kalangan anak muda di Tanjung Balai Karimun, Hal tersebut membuat pihak aparat penegak hukum khusunya Kepolisian Tanjung Balai Karimun melakukan razia atau patroli diberbagai tempat.

“Tadi malam kita melakukan aksi sweping (razia) dalam rangka Cipta Kondisi di wilayah hukum Polsek Balai Karimun dari pukul 22:00 WIB sampai dengan pukul 01:00 WIB. Di pinggir jalan Coastal Area dan Jalan Puakang, kita temukan delapan orang pemuda yang sedang nongkrong hingga larut malam, tiga diantaranya sudah dalam keadaan setengah sadar.” Ungkap Kapolsek Balai Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Menurut Lulik, setelah diperiksa ternyata kedelapan pemuda yang sudah tidak bersekolah tersebut mengkonsumsi obat batuk cair merk Komix secara berlebihan sebagai pengganti obat batuk dextro yang sudah dilarang untuk diperjualkan secara berlebihan.

“Salah seorang dari mereka mengaku bahwa ketiga temannya itu mabuk obat batuk merk Komix dalam dosis yang tinggi. Ketiga pemuda yang mabuk hingga setengah sadar itu merupakan warga Bukit Senang dan Paya Manggis atas nama Wanto, Rian dan Agus. Menurut mereka, dulu zamannya obat batuk Dextro, karena sekarang beli Dextro susah dan takut resiko, makanya sekarang mereka beralih ke obat batuk yang di jual sangat bebas dan murah untuk 1 sachet nya hanya Rp.1000 . Setelah kita geledah, kita temukan beberapa sachet obat batuk merk Komix yang mereka simpan dalam jok motor.” ujar Lulik.

Usai diperiksa dilokasi, anggota polisi langsung membawa ke delapan pemuda tersebut ke Polsek Balai Karimun untuk didata serta memanggil orang tuanya masing-masing. Lulik mangimbau kepada seluruh warga Karimun untuk tidak mengkonsumsi obat batuk dalam dosis yang tinggi.

“Ke delapan pemuda itu kita bawa ke Polsek Balai untuk didata dan memanggil orang tuanya untuk dibawa pulang, kita berikan penyuluhan kepada mereka agar tidak mengulangi hal itu lagi. Jangan coba-coba lagi minum obat batuk dalam dosis yang tinggi karena membahayakan kesehatan, menghilangkan kesadaran apalagi dilakukan dipinggir-pinggir jalan karena sangat rawan terjadi kecelakaan.” tutup Lulik.

 

 

 

Reporter       : Nichita Bella
Editor            : Codet Carladiva