Bupati Karimun Intip Lokasi Rawan Banjir

Karimun, beritakarimun.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karimun, selasa malam (28/2) mengakibatkan banjir di berbagai lokasi, Bupati Karimun Aunur Rafiq yang baru saja usai melakukan kegiatan MTQ di Kecamatan Kundur malam itu langsung memerintahkan bawahannya untuk segera turun ke lokasi.

Sejak Rabu pagi (1/3) hingga hari ini Bupati Karimun terus melakukan pemantauan disejumlah lokasi yang berdampak bahaya banjir,.

Aunur Rafiq mengatakan, tentunya pihaknya tidak akan pernah tinggal diam dengan musibah yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Karimun.

“Apa yang terjadi pada masyarakat Kabupaten Karimun, sebagai pemimpin daerah tentunya saya sangat khawatir dengan musibah yang dialami masyarakat kita, tentunya kita akan berusaha mencari jalan agar masyarakat bisa tenang terhindar dari banjir.” ungkap Rafiq.

Rafiq mengatakan, untuk menangani banjir yang di Gang Awang Noor, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai Kepri untuk meminta izin melakukan pembongkaran dan penggalian terhadap drainase yang tidak berfungsi di perumahan Bea Cukai Kepri yang mengakibatkan air hujan tidak mengalir ke laut.

“Saya sudah langsung berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk meminta izin melakukan pembongkaran serta penggalian drainase di kawasan tanah milik perumahan Bea Cukai yang tidak berfungsi, kita akan gali dengan menjebol tembok pagarnya terlebih dahulu, dan pihak Bea Cukai memberikan izin dan langsung kita lakukan pembongkaran sehingga kedepan air hujan yang turun bisa mengalir dengan lancar ke laut.” Ungkpanya resah.

Menurut Rafiq, setelah dipantau ada beberapa titik rumah warga yang terendam banjir di Karimun.

“Kemarin Titiknya yaitu di Teluk air, dibawah perumahan Balai Garden, Gang Awang Noor, Kolong Atas, di Jalan Kuda Laut, dan didaerah Pelipit. untuk daerah Orari dan Kolong memang tergenang tapi cepat surut.” ujar Rafiq.

Selain itu, di daerah bawah Perumahan Balai Garden Kampung Baru merupakan korban banjir yang terparah, karena mengalami banjir setinggi pinggang orang dewasa, yang menurut masyarakat sering terjadi saat dibangunnya perumahan Balai Garden.

“Kampung baru akan kita lakukan pendalaman normalisasi sungai.Penataan kota pada saat membangun Karimun dulunya masih Kecamatan tidak diiringi dengan penataan drainase yang representatif. Begitu perkembangan pesat pembangunan yang dilakukan masyarakat, tanah yang memang dulunya parit besar sekarang sudah menyempit. Daerah aliran anak sungai juga sudah semakin mengecil akibat proses pembangunan yang dilakukan.” kata Rafiq.

Rafiq juga berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan sekitar, yang berguna untuk terhindar dari banjir yang dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih.

“Kita harapkan prilaku masyarakat untuk senantiasa bergotong royong membersihkan parit-parit dilingkungan sekitar, saat ini pemerintah sudah membantu membersihkan parit yang ada di pinggir jalan, saya berharap peran rt rw setempat untuk gotong royong membersihkan parit yang ada disekitar pemukiman masing-masing, sehingga air yang mengalir melalui parit, dapat berjalan lancar ke laut.” tutup Rafiq.

Reporter       : Nichita Bella
Editor            : Codet Carladiva