Sedang Bekerja di Kapal Timah, 5 WNA Thailand di Tangkap

Karimun, beritakarimun.com – Kantor Imigrasi Klas II Tanjung Balai Karimun, kembali mengamankan Lima warga Negara Thailand ketika dilakukan pengawasan orang asing, di Kapal Isap Produksi Timah GT 1 saat beroprasi di perairan Tanjung Balai Karimun, Minggu (5/2) sekira pukul 00.00 WIB.

Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun Mas Arie Yuliansa, Senin (6/2) menjelaskan kronologis saat ditangkapnya 5 warga negara Thailand yang bekerja di Indonesia tanpa memiliki izin yang lengkap.

“Petugas Imigrasi berhasil mengamankan 5 warga negara Thailand di dalam kapal Isap Produksi Timah GT 1 yang sedang beroperasi di wilayah laut Tanjung Balai Karimun pada 5 February 2017 sekira pukul 00.00 WIB.” Ujar Mas Arie.

Menurut mas Arie, pada saat pemeriksaan, pihaknya mendata identitas warga negara asing yang berada dalam kapal tersebut.

“Di dalam kapal itu kita mendata ada 19 crew kapal termasuk nahkodanya yang berasal dari Jawa. Dari ke 19 crew tersebut kita dapatkan 7 orang warga negara Indonesia dan 12 orang crew kapal yang berasal dari negara Thailand, 7 diantaranya memiliki izin kerja yang lengkap dan sah .” Ungkapnya.

Mas Arie juga mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, untuk 5 orang warga negara Thailand pihaknya mendapatkan kesalahan dalam izin kerja mereka.

“Untuk 5 crew kapal yang merupakan warga negara Thailand, ternyata tidak memiliki izin kerja yang lengkap dan sah, parahnya lagi, 3 orang diantaranya tidak memiliki paspor, atas nama Nopadol Natladamor (47 tahun), Anurak Turan (31 tahun)  dan Anrut Natladamor (50 tahun). Saat dilakukan pengamanan, tidak terjadi perlawanan dari mereka, hanya saja terjadi debat peraturan sama agent kapalnya.” Ujar Mas Arie.

Dalam hal ini, ke lima warga negara Thailand itu diduga melanggar pasal 122 huruf a Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva