Ini Penjelasan Kadinkes Kepri Soal Akupuntur Malaysia

Karimun,  beritakarimun.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengakui pemerintah daerah Provinsi Kepri merasa kecolongan atas keberadaan seorang tenaga medis akupuntur yang bekerja di salah satu klinik Tanjung Pinang.

“Tentu dong (kecolongan). Tapi kita belum tahu ini hasilnya seperti apa. Masih tunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan,” ucap Tjetjep usai membuka seminar kanker serviks di Hotel Balai View Kabupaten Karimun, belum lama ini (19/1).

Disinggung bahwa dari hasil pemeriksaan awal paspor yang digunakan merupakan paspor kunjungan bukan sebagai pekerja. Pria yang juga pernah menajabat sebagai Kepala Dinas Kesehaatan Kabupaten Karimun ini mengaku akan melihat mekanisme perizinannya klinik yang bersangkutan di pemerintah pusat.

“Siapa tahu ada izin dari pusat. Tapi kalu terbukti memang telah melanggar ya sanksinya tidak hanya dicabut izin klinik yang bersangkutan, kalau memang menyalahi ketentuan dan tidak memiliki keahlian sebagaimana yang diharuskan itu bisa pidana,” tegas Tjetjep lagi.

Seperti diketahui, seorang dokter akupuntur dari negara tetangga Malaysia kedapatan membuka praktik di Tanjungpinang. Ia bekerja di sebuah apotek. Pria bernama Chee Pak Moon (48) itu diringkus petugas Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Selasa kemarin (17/1).

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Babai Bainullah menyebutkan, petugas awalnya mendapat laporan dari warga. Kemudian laporan tersebut diterima oleh Tim Pengendali Orang Asing (Tim Pora).

Dijelaskan, Chee Pak Moon berasal dari Perak Malaysia dan bekerja sebagai dokter spesialis akupuntur di salah satu yayasan, yang telah mengembangkan praktik di dalam apotek bernama Apotik Bintan Pilia di Kota Tanjungpinang. Sementara paspor Chee Pak Moon ternyata mengunakan visa kunjungan saat kedatangan (VKSK).

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva