DJBC Kepri Kembali Sikat Kapal Penyelundup Rokok

Karimun, beritakarimun.com – Petugas patroli laut Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan ribu batang rokok yang seharusnya beredar di kawasan Free Trade Zone (FTZ), aksi penyelundupan tersebut dilakukan oleh seorang nahkoda bersama satu ABK nya dengan menggunakan sebuah kapal speed boat tanpa nama diperairan Pulau Petong, Belum lama ini (21/1) sekira pukul 00.30 WIB.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantyo,  menjelaskan kronologis aksi penyelundupan yang ditegah oleh timnya di perairan Pulau Petong pada waktu itu.

“Penegahan itu dilakukan sekitar pukul 00.30 wib, sabtu 21 januari 2017 di sekitar Pulau Petong, Speed boat tanpa nama itu berlayar dari Jembatan I Barelang Batam tujuan Pulau Kijang ditegah oleh kapal patroli dengan nomor lambung BC-119,” ungkap Evy.

Evy juga menjelaskan, pada saat penegahan, nahkoda yang berinisial MR asal batam itu bersama satu ABK nya sempat melakukan perlawanan terhadap petugas patroli dengan cara melempar kapal patroli dengan beberapa muatan ke laut untuk menghalangi pengejaran kapal patroli.

“Tim patroli berusaha mengejar kapal hingga memakan waktu sekitar setengah jam, karena sempat dihadang dengan muatan speed boat tersebut hingga menghambat laju kapal patroli pada saat pengejaran, selain itu speed boat tersebut juga sempat akan menabrak kapal patroli kami, namun sayangnya speed boat mereka tidak bisa lari dari kejaran petugas.” ujar Evy.

Evy menambahkan, nahkoda bersama ABKnya sempat menceburkan diri kelaut dengan menggunakan life jacket untuk melarikan diri, namun kejelian petugas membuahkan hasil sehingga nahkoda beserta 1 orang ABKnya dapat diamankan dan ditarik ke ketapang Kanwil Bea Cukai Kepri.

“Setelah kita periksa, muatan kapal tersebut terdiri dari berbagai merek diantaranya 172 ribu batang rokok merek Sun, rokok merek Harmony dan 50.000 batang dan merek lainnya. Perkiraan nilai barang yang ditegah itu sekitar Rp131.285.000 dan asumsi kerugian negara sebesar Rp210.428.000. Alasan penindakan diduga melanggar Pasal 54 UU no:39 tahun 2007 tentang Perubahan atas UU no:11 tahun 1995 tentang Cukai dan Pasal 104 huruf (a) UU no:17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU no:10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.” jelas Evy.

Kemudian, juga diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai dan Tata Laksana Pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari serta berada di Kawasan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Pasal 38 ayat 1 dan 2.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku dalam kasus ini adalah mengangkut barang kena Cukai yang belum dilunasi cukainya dan yang tidak boleh dikeluarkan dari kawasan bebas (FTZ). Tindak lanjut yang dilakukan kemudian ditangani oleh Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil DJBC Khusus Kepri,” tutup Evy

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva