BNN Karimun Bernyali Merazia Champion Eksekutif Club Aston

sebarkan:

Karimun,  beritakarimun.com – Badan Narkotika Nasional Karimun (BNNK)  lakukan razia dadakan dan tes urine di tempat, pada sabtu malam lalu(14/1), razia yang digelar sekira pukul 00.00 Wib di tiga tempat hiburan malam tersebut berhasil mendapatkan  25 orang positif  narkoba, 19 diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Kepala BNN karimun, Kompol Ahmad Sholeh Siregar saat dihubungi via telfon mengatakan, ia sengaja melakukan razia dadakan serta tes urine di tempat untuk menjaring penghuni Karimun yang mengkonsumsi narkoba.

“Tujuannya adalah untuk mengurangi peredaran narkoba, dan mencari orang-orang yang selama ini enggan untuk direhabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba,  karena untuk menunggu kesadaran pengguna narkoba melakukan rehabilitasi sangat sulit.” ungkap Sholeh.

Sholeh mengatakan, ia bersama timnya yang dibantu oleh personil kepolisian tidak menemukan barang bukti berupa narkoba jenis apapun di tiga tempat hiburan, namun saat dilakukan tes urine terbukti 25 orang yang dinyatakan positif  pengguna narkoba.

“Malam itu kita lakukan razia di tiga titik lokasi tempat hiburan malam, diantaranya di Satria Eksekutif Club,  Wiko Star Pub,  serta Champion Eksekutif Club, Aston secara bersamaan,seluruh pengunjung kita tes dengan dijaga ketat untuk memastikan adanya kandungan narkotika dalam tubuh, menurut hasil tes, kita dapatkan  25 orang pengunjung dari ke tiga tempat hiburan itu yang posit narkoba.” katanya.

Sholeh juga mengatakan, dari ketiga tempat hiburan itu, Champion Eksekutif Club, Aston merupakan tempat terbanyak yang terjaring positif  narkoba pada saat dilakukan  tes malam itu.

“Dari 25 orang yang positif narkoba, kita temukan paling banyak di Champion Eksekutif Club Aston dengan jumlah 19 orang, sedangkan di Wiko Star Pub terdapat 5 orang,  dan di Satria Eksekutif Club kita dapatkan 1 orang, dari jumlah tersebut  terdiri  dari 19 orang wanita serta 6 orang pria, namun 1 diantaranya merupakan warga negara  Malaysia  yang positif narkoba.” katanya.

Dalam hal ini, dapat dilihat  lebih banyak pengguna narkoba yang merupakan wanita, namun menurut Sholeh masih banyak pengunjung  yang berhasil kabur dan lolos dari kejaran petugas.

“Untuk  selanjutnya, seluruh pengguna narkoba  yang kita dapatkan kita lakukan Proses Assesment dan di berikan Sanksi berupa Rehabilitasi rawat inap Atau rawat jalan sesuai tingkat kecanduan, sedangkan warga negara Malaysia yang juga terbukti pengguna, akan kita deportasi dan akan kita serahkan ke pihak imigrasi.

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva