3 Kapal Penyelundup Bawang Merah di Tangkap

Karimun,  beritakarimun.com – Petugas patroli laut Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri kembali berhasil gagalkan upaya penyelundupan 3 kapal muatan bawang merah ilegal sekaligus dalam waktu 2 hari.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri Raden Evy Suhartantyo dalam rilisnya, belum lama ini mengatakan penangkapan ini termasuk dalam rangkaian Patroli Rutin Bea dan Cukai Kepri yang merupakan upaya Bea dan Cukai untuk menegakkan peraturan undang-undang Kepabeanan dan Cukai serta melindungi masyarakat dari keluar masuknya barang-barang ilegal.

“Tiga buah kapal penyelundup yang berhasil diamankan tim Patroli Laut Bea Cukai Kepri memuat sebanyak 71 ton bawang merah ilegal yang semuanya dibawa dari Port Klang Malaysia dengan tujuan yang sama ke Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara pada tanggal 8 dan 10 januari 2017 lalu.” ungkap Evy.

Evy juga mengatakan tiga buah kapal penyelundup ini behasil ditegah oleh dua kapal Patroli Laut Bea Cukai Kepri dengan nomor lambung BC-9004 dan BC-20008, di perairan Pulau Aruah dan perairan Pulau Pandang.

“Kapal pertama yaitu KM. Samudera dengan nahkoda atas nama DS, membawa bawang merah ilegal sebanyak 24 ton yang ditegah kapal Patroli dengan nomor lambung BC-9004 di perairan Pulau Aruah pada 8 januari  2017, nahkoda yang merupakan tersangka saat ini telah dititipkan penahanannya di Rutan Kelas II B Tanjung Balai Karimun.” katanya

Evy mengatakan, untuk dua buah kapal penyelundup lagi berhasil ditegah dengan menggunakan satu kapal patroli pada hari yang sama.

“Untuk dua buah kapal penyelundup lagi berhasil dilumpuhkan pada hari dan tempat yang sama, yaitu pada 10 januari 2017, KM. Sartika dengan muatan sebanyak 17 ton dan KM. Setia Pani dengan membawa muatan sebanyak 30 ton bawang merah ilegal,  dua kapal itu dilumpuhkan  di perairan Pulau Pandang oleh kapal Patroli dengan nomor  lambung BC-20008, saat ini telah ditangani oleh Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan untuk penyelidikan lebih lanjut.” ujar Evy

Dengan demikian, total nilai barang Rp 2.698.000.000,- dan potensi kerugian negara  mencapai Rp 1.106.180.000,- selain itu kerugian negara secara immateril merugikan petani dan pasar lokal dalam negeri. Diduga melanggar Pasal 102 huruf (a) UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Dengan sering tertangkapnya kapal penyelundup oleh tim Patroli Laut,   terbukti bahwa penyelundupan bawang ilegal yang masuk dari Malaysia kian marak,  namun tim patroli  laut Bea Cukai Kepri  akan terus berupaya dan bersinergi dalam membasmi aksi-aksi penyelundupan di laut demi untuk menyelamatkan perekonomian negara.

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva