Gaji Tak di Bayar, Ribuan Pekerja PT MOS Mengamuk

Karimun, beritakarimun.com – Akibat gaji yang tak kunjung dibayar oleh perusahaan, Kantor Office PT. Multi Ocean Shipyard (MOS) yang ada di daerah Parit Lapis Kelurahan Parit Benut Kecamatan Karimun Hancur diamuk ribuan pekerjanya pada Kamis (12/1) sekitar pukul 08.30 WIB.

Salah seorang pekerja, pada saat diberi arahan oleh pihak kepolisian, Harianto (27 tahun) mengaku, Dia bersama rekan kerjanya melakukan hal tersebut karena kesal dengan pihak perusahaan yang selalu telat membayar gaji yang menjadi hak mereka.

“Gimana kami tak kesal, tiga bulan berturut turut gaji kami selalu terlambat, kami tak tuntut apa-apa, kami hanya menuntut hak kami, selama ini kami capek-capek kerja, mana teman-teman banyak yang ngeluh mau beli susu anak, yang mau bayar sewa rumah, belum lagi yang butuh uang untuk makan,” ungkap Harianto.

Harianto mengatakan, biasanya pihak perusahaan menginformasikan kapan saatnya pekerja mendapatkan gaji, namun tiga bulan berturut turut perusahaan hanya diam.

“Harusnya kan kasi tau ke kami kapan kami bisa mendapatkan gaji, ini tidak, semuanya diam seolah tidak ada kejadian, supervisor nya pun seperti tak mau tau, makanya kami tidak bisa tinggal diam.” jelas Harianto.

Kata Harianto bukan hanya gaji yang mereka permasalahkan, namun soal BPJS yang tidak pernah didapat oleh ribuan pekerja. Bahkan sekitar tiga bulan lalu ada kecelakaan kerja seorang karyawan terkena ledakan tanki, namun dalam pengobatan pekerja terpaksa merogoh kantong sendiri.

“Belum lagi kalau cuaca hujan sehingga tidak bisa bekerja. Kondisi ini pun gaji kami tak dibayarkan. Padahal hujan bukan kehendak para pekerja,” katanya dengan kesal.

Menurut pantauan beritakarimun.com,Kaca pintu dan jendela seluruh ruangan dilantai satu pecah berantakan. Lemari arsip dan seluruh berkas berserakan. Beberapa meja dan berkas dibakar di halaman kantor. Meskipun jumlah personil kepolisian yang disiagakan tak sebanding dengan jumlah massa yang merangsek masuk. Kapolres Karimun AKBP Armaini dan anggotanya bersama tim pengamanan dari Brimob dan jajaran tiga Polsek se Pulau Karimun bersama aparat TNI berhasil membuat situasi kembali kondusif. Para pekerja di bubarkan dengan dijanjikan suatu penyelesaian dari pihak management perusahaan. (Nichita Bella)